Love is Actually …..

Mecca-Print-C10293520

kiriman dari s’orang temen

Di saat waktu berhenti….
kosong…
dimensi membutakan mata memekakkan telinga
lalu diri menjadi hampa
saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka
sadarku akan hadirMu
mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri

Pernah terbesit di pikiran aku iri melihat orang-orang di sekeliling aku, disayangi “someone”. Apalagi di bulan Februari. Di mana-mana nuansanya Valentine bhow! Aku emang penganut “tiada pacaran sebelum akad”, tapi sebagai manusia kadang timbul juga perasaan ingin diperhatikan secara istimewa. Tidak pernah tahu rasanya candle light dinner. Pun tidak pernah menerima cokelat Toblerone dengan kata-kata romantis dari puisinya khalil Gibran (ABCDE…, Aduh Bhow, Capek Dech Eke). Tidak ada yang menawarkan jaketnya saat aku menggigil kedinginan.

Dari waktu ke waktu selalu aku temukan cerita dan kisah asmara antara dua sejoli yang tertusuk panah cinta. Mungkin sulit dipahami bagi orang yang sedang tak mencinta, bagaimana rasa cinta itu menjelma menjadi ratusan ribu pulsa telepon, berlimpahnya waktu untuk menunggu yang terkasih walau sedang dalam deadline ketat, terbuka lebarnya mata mengerjakan tugas-tugas demi membantu yang tersayang, bahkan sampai sebuah Taj Mahal yang begitu megah bongkahan pengorbanan yang tak rela dipecahkan… (Ah… Romantisnya….)

Lalu aku pun tersadar, kata-kata cinta yang dirindukan itu sudah sering aku dengar. Orang tua aku selalu mngucapkannya. Memanggil aku dengan “sayang” betapapun aku telah menyusahkan dan sering menyakiti mereka. Mungkin mereka bahkan memanggil aku seperti itu sejak aku belum dilahirkan. Padahal belum tentu aku yang melapangkan mereka ke surga…. Belum tentu bisa jadi kebanggaan mereka. Jangan-jangan hanya jadi beban…:( (mama..papa…maafin cece..).

Tatapan cinta itu juga sering aku terima. Dari mama yang begadang menjaga aku yang sedang demam…. Dari papa yang sampai rela kerja keras demi agar cita-cita ku tercapai …. Dari teman yang beriring-iring menjenguk aku ketika dirawat di rumah sakit…. Dari adik yang memeluk aku ketika bersedih. Dari sepupu yang berbagi makanan padahal ia juga lapar. Aduh, betapa seringnya aku nggak menyadarinya…?

Aku selalu terpana dengan cinta. Membuat pikiran ini dengan susah payah membayangkan seorang Abu Bakar yang tiba-tiba berlari kesana kemari, kadang ke depan, ke samping, lantas tiba-tiba ke belakang Rasulullah. Saat itu mereka sedang dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Di belakang, orang-orang kafir Quraisy mengejar, bermaksud membunuh Muhammad SAW. Tentu saja Rasulullah terheran-heran. Beliau pun bertanya dan dijawab oleh Abu Bakar, bahwa ketika ia melihat musuh ada di belakang, maka Abu Bakar berlari ke belakang. Jika musuh di depan, Abu Bakar lari ke depan, dan seterusnya. Abu Bakar siap menjadi tameng buat Rasulullah. Agar jika ada musuh menyerang, ia lah yang lebih dulu menerimanya. (‘Berkas-berkas Cahaya Kenabian’, Ahmad Muhammad Assyaf).

Chair-Family-Print-C10094292

Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga melimpah. Matahari yang menyinari dengan hangat. Udara dengan tekanan yang pas. Sampai cinta dari hal yang selama ini mungkin tidak terpikirkan. Aku pernah membaca tentang planet Jupiter. Sebagai planet terbesar tata surya kita, Jupiter yang gravitasinya amat tinggi, seakan menarik bumi agar tidak tersedot ke arah matahari. Benda-benda langit yang akan menghantam bumi, juga ditarik oleh Jupiter. Kita dijaga Men! Di atas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah.

Duh…. Begitu banyaknya aku berbuat dosa, Allah masih berbaik hati membiarkan aku hidup…. Masih membiarkan aku bersujud walau banyak nggak khusyuknya. Padahal kalau Ia mau, mungkin aku pantas-pantas saja langsung dilemparkan ke neraka Jahannam… (na’udzubillahmindzlik) Coba, mana ada sih kebutuhan aku, kamu dan kita semua yang tidak Allah penuhi. Makanan selalu ada. Kita berkesempatan menimba ilmu sampai ke tingkat tinggi. Anggota tubuh yang sempurna. Diberi kesehatan. Diberi kehidupan. Apalagi yang kurang? Tapi tetap saja berbuat maksiat, jarang sedekah, lupa ibadah, nyontek, banyak bikin dosa…. Hidup lagi… Malu ga siih…iiih malu deh…

Tentu ada ujian dan kerikil di sepanjang kehidupan ini. Tapi bukankah itu bagian dari kasih-Nya juga? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan? Buat temen-temen aku yang diuji Allah dengan cobaan, yakinlah bahwa itu cara Allah mencintaimu. Pasti ada hikmahnya. Pasti! Jadi, selama ini ternyata kita bukan kekurangan cinta. Bahkan kita tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni. Kita aja yang nggak pernah sadar.

Sekarang pertanyaannya, apa yang telah kita lakukan untuk membalasNya? Kalau aku, (malu nih..) sepertinya masih sering ngisengin orang lain or terkadang mereka suka kesel kalii ya aku isengin (maap ya..aku kan Cuma iseng…:p). Sadar ataupun tidak sadar. Kalaupun tidak sampai menyakiti, rasanya masih sering tidak peduli dengan orang. Apalagi pada Allah…. Begitu besarnya cinta Allah padaku dan aku masih sering menyalah gunakannya. Mata tidak digunakan semestinya, lisan kejam dan menyayat-nyayat, waktu yang terbuang sia-sia… dan banyak lagi lainnya, kalo mau diketik semua nggak bakal cukup dech hardisk ini.

Kalau sudah seperti ini, rasa iri pada semua hal-hal yang berbau “pacaran pra-nikah” hilang sudah. Minimal, berkurang drastislah. Siapa bilang aku tidak dicintai? Memang tidak ada yang mengantar-antar aku ke mana-mana (eh ada deng supir angkot, dng senang hati malah nganterinnya hehe), tapi Allah menjaga di setiap langkah. Tidak ada candle light dinner, tapi ada sebuah keluarga hangat yang menemani setiap makan malam. Tidak ada surat cinta, tapi bukankah Allah selalu memastikan kebutuhan kita terpenuhi? Bukankah itu juga cinta? apalagi klo baca dan merenungi surah Ar-Rahman….wuih cintanya Allah buaanyak buanget…

Sadar nggak sih Men…?. “cinta” yang digembor-gemborkan di TV lewat film, lagu, puisi bahkan menjadi “dewa” bagi kebanyakan youngster sekarang tuh “cinta negatif!”. That is… cinta yang dialirkan dari energi tak terkendali. Ini nich, cinta yang merusak. Terlahir dari syubhat dan syahwat. Ngakunya moderat, padahal kuno berat. Bagaimana tidak kuno, cinta yang lahir dari syahwat mulai ada sejak jaman baheula, bagaimana mungkin orang yang tidak pacaran disebut sebagai “ketinggalan jaman”? Cinta negatif kini telah membanjiri pasaran, menebar kemudharatan, kampungan! Remaja gelagapan dan tidak tahu jalan, akhirnya ikut-ikutan. Bahkan cinta negatif telah menjelma menjadi teroris! Bukan hanya cinta yang mengeksploitasi seks, juga cinta kepada tahta dan harta yang membuat manusia berubah menjadi serigala yang sanggup tertawa-tawa ketika mengunyah bangkai teman sendiri (Contoh: korupsi, fitnah, mencontek).

Padahal aku, kamu dan kita semua nich di dunia ini khan cuma sebentar, paling banter juga 80an tahun, itu juga dah nggak bisa dugem-dugeman lagi. Use your time wisely, Friend. Rasulullah pernah bersabda “Tiadalah perbandingan dunia ini dengan akhirat, kecuali seperti seorang yang memasukkan jarinya dalam lautan besar maka perhatikan berapa jumlah air yang menetes darinya” (HR Muslim).

Ingat donk Men…. Cinta kepada Allah sebagai cinta yang hakiki, sedang cinta kepada selain Allah dilaksanakan dalam rangka ketaatan kepada Allah. Entah cinta yang “resmi” itu akan datang di dunia atau tidak. Tapi ingin rasanya aku membalas semua cinta yang Allah ridhoi. Tulisan ini bukan untuk curhat internasional lho. Yah, siapa tahu ada yang senasib dengan aku. Guys, kita coba sama-sama yuk! Jangan sampai ada cinta halal yang tak terbalas, trutama cinta dari ortu. Oke guys…

Sujudku…
pun takkan memuaskan inginku
tuk hanturkan sembah sedalam kalbu
adapun kusembahkan syukur padaMu ya Allah
untuk nama, harta, dan keluarga yang mencinta
dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
Alhamdulillah,
beri hamba kesempatan
yang membuat hamba mengerti lebih baik tentang makna diri
semua lebih berarti apabila dihayati
Alhamdulillah…

Categories: celoteh koe | 12 Komentar

Navigasi pos

12 thoughts on “Love is Actually …..

  1. mayapuspitasari

    cece…tulisannya oke deh….maya tiru aaah…:p

  2. Ngeliat oran gitu juga bisa dari tulisan2nya. Nah, karena eno banyak pake kata2 gaul. kayaknya eno ini emang akhwat yang gaul.

    Jangan kebablasan ya. Tapi juga ga perlu dihapus gaulnya. Mungkin itu sudah “default”nya eno😉

  3. Rino

    assalamualaikum..
    wuaaaaa…=)) eno onyon punya blog juga:p..
    ayooo.. no.. berikan tulisan terbaikmu.. hehehhe

  4. jurait

    waaah keren bangeeet,,, nulis terus yaaaaa,,,,
    moga bermanfaat bagi yang lain

  5. jurait

    eeeeeh iyaaaaa, aq mau dooong di ajarin cara menulis dengan baik

  6. Terus nulis ya…. Tulis sesuai dengan dirinya “CECE” yang asli. Jangan nulis karena orang lain bilang harus begini-begitu. Nanti malah gak ketahuan “ASLI”-nya cece,dibacanya jadi gak enak, karena ada kesan “dipaksakan” harus begini-begitu. Semoga tulisannya bisa berguna, sesuai dengan tujuannya blog ini dibuat….

  7. enozone

    @Wim
    Masa sih Wim orang bisa diliat dr tulisannya…???
    Perasaan ditulisan itu cuma ada huruf2 doang deh😀 hehe, otre deh Wim…ga kan ampe kebablasan kok….insya Allah,so..tolong direm ya…klo eno mulai ngawur…ya intinya saling mengingatkan deh…🙂

    @Da rino
    Uda….😦 yang onyon itu kan Uda bukan aku… :((
    doain ya Da..moga aku tetep bisa nulis…🙂

    @Jurait
    Hmm…wah Eno juga masih blajar kok… :p kita blajar bareng aja ya…🙂

    @ kakak Anggi
    Otreee kakak…:) Ce mo nyoba tuk trus nulis…biar blog Ce bisa kya blog kakak yg kuereen abiis..:p

  8. Fauzul

    Wuihh suatu pembelajaran yan buagus banget untuk menambah kreatifitas dirimu Eno…..
    “Selamat…selamat ….Berjuang menjadi jurnalis sesuai hatimu Yang Naturalis

  9. tomi

    Wah salut mba… tulisannya bagus
    walaupun tulisannya agak panjang tapi waktu ngebacanya sampai selesai rasanya pengen nambah lagi. (eemm mungkin pengaruh perut laper krn puasa😀 )

    dari tulisan di atas setiap contoh negatif kok selalu ada “MENCONTEK”
    ehm… jangan2 pengalaman pribadi ya

  10. enozone

    Wah..mas Tomi…aku seneng bgt tulisan aku dibaca….makasih ya….

    Hmm pernah sih duluuuu bgt waktu aku masih bocaaah bgt..pernah punya pengalaman “itu” hehe😀

    makasih ya….oiya saran dan kritik yg membangun atas tulisan-tulisan aku yang lain sangat aku tunggu loch mas…

  11. Babysh Charm

    Top abizzzzz

  12. Top abizzzzz . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: