Hmm Wanita Karir yang Ngurus Keluarga or Berkarir di Keluarga??!?

Terinspirasi ketika tadi pagi saat sedang menaiki tangga penyeberangan aku berjalan dibelakang seorang ibu muda yang sedang hamil, sepertinya calon ibu itu sedang menuju kantor nya yang diseberang jalan.Tau ga?? dilihat dari gerak-geriknya, sangat terlihat sang ibu seperti kepayahan dalam menaiki anak-anak tangga , karena umur kehamilannya sepertinya telah menginjak bulan-bulan terakhir. Melihat bliau..sungguh sangat kasihan.😦

Dari pertemuan sesaat tersebut dengan sang ibu, aku jadi berpikir ulang…”hm sebaiknya ntar pas dah nikah aku stay di rumah aja or tetep kerja kya si ibu ini ya…” soalnya melihat perjuangan sang ibu yg begitu berat rasanya, coba deh pikirin si ibu kudu hati-hati dalam tindakan guna menjaga sang cabang bayi, juga kudu menjaga pikiran dan perasaan agar ga stress karena stress bisa mengganggu kehamilan.

Percaya ga, pada saat aku sedang nulis ini aku berfikir “rasanya para ibu hamil itu di eksploitasi deh…udah hamil.. dimana  senantiasa kudu ngejaga cabang bayi, juga tetep disuruh mikir wat kelangsungan perusahaan…yang mana bisa-bisa menguras tenaga dan pikiran  sang ibu…” hehehe….tapi kyanya para calon ibu ini yg juga seorang wanita karir, pikiran tersebut sepertinya ga pernah terlintas deh…soalnya mereka enjoy-enjoy aja tuh…

Ya selama tidak membahayakan janin sih gak masalah, para calon ibu ini pun di beri dispensasi loh ama perusahaan berupa cuti hamil dan cuti melahirkan (eh bener ga??😀 ) hehe…klo ga salah sih ada. Tuh enak kan ada 2 cuti yang ga dimiliki para kaum laki-laki hehe😀 . Tapi ketika selesai melahirkan, bukan berarti sang ibu baru telah bisa bebas untuk bekerja lagi loch…bahkan tugas mereka akan lebih banyak lagi…… karena bahan pemikiran bertambah satu yaitu ANAK…yaaa..sebeneranya itu pikiran tambahan tidak hanya untuk Ibu tapi juga untuk Ayah, cuma pikiran Ayah tidak akan terlalu tersita loch dengan ini (waduh so toy nih…hehhe), karena bagaimana pun Ibu lah yang menjadi tempat utama bagi seorang anak. Dan yang paling penting Ibu harus memperhatikan perkembangan sang anak.

Tahukah Pembaca… bahwa masa emas anak adalah pada dua atau empat tahun sampai delapan tahun usia anak; meski tak dapat diabaikan masa sesudah itu. Pada masa dua tahun awal otak anak tengah berkembang dengan pesat dan butuh stimulasi yang cukup; jika ada kelalaian pada usia dini maka akan berakibat gangguan proses perkembangan berikutnya, yang kadang memperbaiki yang sudah terlanjur tak dapat kembali seratus persen seperti semula. Perkembangan emosi, perkembangan kognitif, perkembangan sosial, kreatifitas, nilai-nilai akan dimulai sejak usia-usia ini.

Waow begitu penting kan peran sang Ibu…dan pentingnya tugas Ibu juga ditegaskan Rasul dalam haditsnya yang berbunyi :

Asma binti Yazid Al-Anshariyah pernah mendatangi Rasulullah saw dan berkata: ”Aku adalah utusan wanita pada Tuan, sesungguhnya Allah telah mengutus Tuan kepada pria dan wanita seluruhnya. Kami beriman kepada Tuan, kepadaAllah, dan inilah kami, segenap wanita yang dibatasi dan tidak bebas, penjaga rumah pria, yang mengandung anak-anak, sedangkan kalian wahai para pria dilebihkan atas kami wanita dengan (dapat mengerjakan) shalat jum’at dan jama’ah, mengunjungi orang sakit, menghadiri janazah, mengerjakan haji setelah haji (sebelumnya), dan lebih dari semua itu, kaum pria dapat mengerjakan jihad (fi sabilillah). Jika salah seorang di antara kalian (kaum pria) pergi haji dan umrah, kami menjaga hartamu, kami menjahit pakaianmu, kami mengurus anak-anakmu, apakah kami (kaum wanita) dapat ikut serta bersamamu dalam (mendapatkan) pahala?”; maka Rasulullah saw menengok pada para sahabat dan berkata, ” Apakah kalian benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh seorang wanita yang permintaannya lebih baik dari wanita ini? Mereka menjawab, ”Wahai Rasul, kami tidak mengira bahwa wanita dapat diberi petunjuk seperti ini”; maka Rasulullah saw bersabda, ” Ketahuilah wahai wanita dan beritahukan kepada para wanita di belakangmu bahwa sikap taat/ bakti wanita pada suaminya, usahanya untuk mencari ridlo suaminya, dan bahwa ketaatannya pada perintahnya dapat menyamai pahala semua itu!”.

Nah…sekarang pilihan diserahkan kepada pembaca nih….tapi apa pun pilihannya, pastinya telah dipertimbangkan masak-masak toh…🙂 .

Categories: about women | 12 Komentar

Navigasi pos

12 thoughts on “Hmm Wanita Karir yang Ngurus Keluarga or Berkarir di Keluarga??!?

  1. Tergantung dengan siapa engkau menikah nanti No. setiap laki-laki mempunyai pandangan berbeda untuk kasus ini.

    Kalau untuk eno sih. sebaiknya carilah suami yang berani menyuruh eno bekerja dan berkarir di luar rumah. Masalahnya eno kan emang orangnya gimana2 gitu.

    Maksud saya, kalau ga ada yang dijahilin, eno jangan2 langsung jatuh sakit deh seharian. Kan bahaya tuh.

  2. enozone

    Makasih Wim atas masukan nya…

    Tapi klo Eno,emang pengennya bisa slalu berkarir diluar rumah, tp untuk ke depan ga da yang bisa nebak….

    Yang terbaik aja deh…

    Tp gimana jadi kya Bunda Khadijah?? yang tetep dirumah tp walau pun gitu bliau seorang pengusaha???

  3. Salam kenal ya..pengen sharing nih..klo perusahaan anda butuh kegiatan team building..saya bisa membantu..ato kalo ada contac person perusahaan yang dapat saya hubungi tentang hal tersebut..thanks..ya atas bantuannya…

  4. pagi tante
    saya br bikin blog nih
    hanifprincestrat.wordpress.com
    cara nge add temen gmana yah?

  5. enozone

    @Hanif
    aslkm Haniiiif…..emang Ce dah kya tante-tante apa…😦 how dare you boy…

    Waduh klo soal per blog-an tanya ama Koson aja deh…Ce jg baru blajar nih Dek…

    Kapan manggung lg…ntar klo kamu manggung undang-undang ya…penasaran pengen liat kamu manggun bareng band-band kamu…

  6. Hmm..
    sempat memabhas dengan keluarga dan sohib tentang topik ini..

    dan..
    semuanya memang perlu dikomunikasikan..
    bagaimana kita sebagai wanita memandang peran wanita (terkait karir dan keluarga), disampaikan dan didiskusikan bersama dengan calon suami / suami kita..bagaimana pula yang diharapkannya dari seorang wanita..

    ^^ betul ga ya?
    (hehe.. kesimpulan diskusi kemaren, sih seperti itu..)

    Tapi bagi saya sendiri..fitrah seorang wanita itu adalah ibu dan pendidik. Karena keluarga adalah basic peradaban (wuah..bahasanya berat euy..hehe..)

    mohon doanya..

  7. tulisan yang bagus ce..
    bener pilihan ada dipembaca…, karena yang lebih tau gimana keluaranya ya pembaca itu sendiri…
    sharing ya…
    hamil berat…tapi krn kita menikmati semua jadi ringan..
    ngurus anak, berat…tapi semua dinikmatin….jadi enak..malah anak bisa jadi obat untuk semua masalah
    kerja (mau dirumah ataupun dikantor) berat..tapi semua kalo dikerjain dengan senang…jadi ringan.
    jangan disangka ibu rumah tangga itu pekerjaan ringan…ngalamin cuti 1 minggu jadi FTM, wah…ternyata berat, lebih berat dari wanita karir kerjaannya. Bangun tidur dah ngurus suami buat keperluan ke kantor, abis itu anak buat sekolah, semua pergi, trus masak buat makan siang anak. selesai masak, anak pulang…nyuapin…trus cuci piring, belum beberes, belum nyuci…sampe malem lagi. Kalo wanita karir…paling engga bener2 ada waktu buat kita istirahat…:) gak keganggu kerjaan.
    TAPI…SEKALI LAGI, KALO KITA KERJAKAN DENGAN SENANG….SEMUA JADI MUDAH.

  8. enozone

    kakak….makasih ya atas comment nya….wah ternyata beneran susah ya kak….😦

    TAPI…SEKALI LAGI, KALO KITA KERJAKAN DENGAN SENANG….SEMUA JADI MUDAH.

    Nah Ce setuju kak…untuk kalimat yg diatas itu…
    Kak makasih ya atas share pengalamannya jd ibu rumah tangga walau cuma 1 minggu… :p

  9. Aswin

    Sharing. Blog ini mungkin disukai para wanita, silahkan aja klik:
    http://www.eskrimnikmat.blogspot.com
    http://www.airsehatberenergi.blogspot.com

    ENo Replay ” Thanks ya…atas sharing blog yang menarik”

  10. Azzahra

    Saran untuk wanita karir yg sukses dirumah dan dikantor:
    1. Pilih kerja yg part time or kerja dirumah (eg.notaris, Akuntan, dll)

    2. klu pun hrs kerja full time usahakan tetap memberikan hak hak anak (menurut islam) spt ASI, perhatian etc

    3. Wanita itu ga harus bekerja, tp klu butuh uang untuk bantu suami ya silahkan asalkan bisa bagi waktu.

    4. Wanita itu tercipta sbg multitasking person, jd percaya diri bahwa serepot apa pun pekerjaan pasti selesai deh.

    5. Perlu juga mempertimbangkan persetujuan suami artinya jgn sampai kerja bikin hub jadi retak

    moga bermanfaat

  11. enozone

    Wah…Wah…Ra…so..so..so…wise skali..4 jempol dech…

    Sangat Setuju Sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: