Ketika Nikmat itu menjadi Ujian

Ketika kita mendapatkan sebuah kebahagian, baik itu berupa tambahan rizki, pekerjaan yang lebih baik, atau yang lainnya, kita berpikir bahwa kita tengah diberi kenikmatan oleh Nya. Pikiran yang timbul itu tidak lah salah, karena itu memang rizki yang diberikan oleh Nya.

Kenikmatan yang diberikan kepada kita hamba Nya merupakan bentuk sayang dan cinta Allah , dengan harapan ibadah kita kepada Nya pun semakin dalam, walau pun Allah tak pernah menuntut akan hal itu.

Akan tetapi, bagaimana jika ternyata kenikmatan tersebut malah melenakan kita??? menjadi kan kita semakin jauh dari Nya?? Jika itu terjadi, maka kenikmatan tersebut bukan lagi sebuah kenikmatan tetapi telah berubah menjadi ujian.

Allah sungguh unik dalam memberikan ujian-ujian kepada hamba – hamba Nya, bisa dengan kenikmatan harta, keluarga, anak, pekerjaan, atau bisa juga dalam bentuk kemiskinan.

KENAPA BEGITU???? KENAPA YA ALLAH…??!>? Ketika hati kita bertanya-tanya “mengapa saya yang diuji?” setelah semua perintahnya saya lakukan, larangnya saya jauhi maka teringatlah firman Allah…“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sungguh kami telah menguji org2 sebelum mereka, maka sungguh Allah mengetahui org2 yg benar dan sungguh Dia mengetahui org2 yg dusta.” *Surah Al-Ankabuut ayat 2-3

Tidak bisa dipungkiri…ujian yang diberikan kepada kita, baik itu berupa kenikmatan ataupun berupa kesusahan,  kadang bisa melemahkan kita, oleh karena itu pada saat diri kita terasa lemah, nafsu telah mengalah, hidup terasa tidak berarti lagi maka renungilah ayat Allah: “Dan janganlah kamu lemah, dan jangan bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi (derajatnya) , jika kamu beriman.”* Surah Al-Imran ayat 139

“Ya Allah….. jika ujian ini untuk menguji keimananku, berilah aku kekuatan, keimanan dan ketaqwaan.
Jika ujian ini untuk menghapus dosa-dosaku, berilah aku kesabaran dan keredhaan.”

Dunia kadang tak seindah ingin ku tapi itulah yang terbaik untuk ku… Mungkin kebaikan bukan apa yang ku rasa melainkan pada keikhlasan yang ku punya…Aku memohon pada Mu  Ya Allah untuk di berikan keikhlasan atas semua ini…

The Last….

Yakinlah kepada Allah dengan sepenuh hati  tanpa keraguan sedikitpun kepadaNya, dan berprasangka baiklah selalu bahwa Dia Maha Kuasa, Maha Pengabul Doa, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka hati akan tentram, pikiran akan tenang, jiwa akan semangat, tubuh akan kuat dan hidup akan lebih bahagia.

 Dan jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolong mu, sesungguhnya sholat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

 

 

 

Categories: renungan | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Ketika Nikmat itu menjadi Ujian

  1. Dunia kadang tak seindah ingin ku tapi itulah yang terbaik untuk ku… Mungkin kebaikan bukan apa yang ku rasa melainkan pada keikhlasan yang ku punya…Aku memohon pada Mu Ya Allah untuk di berikan keikhlasan atas semua ini…

    Wah, emang bisa kamu no?

  2. enozone

    Aku belum berani untuk bilang “aku bisa” Wim, tapi aku juga ga mau untuk bilang “aku tidak bisa”, jadi sekarang, aku sedang terus berusaha untuk itu…..

    Boleh kan..?? doain ya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: