Seperti apakah sosok istri ideal itu??!>?

Sosok istri ideal nan sholehah??!?!? Hmm seperti apa ya sosok nan agung itu??!?!? Apakah  ia harus sempurna??!? Tapi bukankah tidak ada yang sempurna di muka bumi ini ?!?? Hmm jd bingung…hehe😀

Tapi tenang pembaca, ternyata semua kriteria istri ideal nan sholehah telah dibahas dalam Al-Qur’an dan juga dalam Al Hadits,hmm penasaran toh…😀

Lets research ya….

1.    Taat Beragama

Rasulullah SAW bersabda: “Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” [H.R. Bukhari dan Muslim]
Penjelasan:
Hadits tersebut memberikan gambaran mengenai kriteria-kriteria yang menjadi bahan pertimbangan seorang lelaki dalam memilih seorang perempuan sebagai istrinya. Kriteria-kriteria tersebut adalah kecantikan, keturunan, kekayaan, dan agamanya. Orang yang mengutamakan kriteria agama, dijamin oleh Allah SWT akan memperoleh kebahagiaan dalam berkeluarga. Agama atau diin ialah keyakinan yang disertai ibadah yang sesuai dengan ketentuan syari’at Islam. Bila keyakinan dan peribadatan yang dilakukan seseorang menyimpang dari ketentuan syari’at Islam, orang yang melakukannya telah sesat. Untuk mengetahui ketaatan seseorang beragama, kita harus berpedoman pada ketentuan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

2.    Dari lingkungan yang Baik

Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah olehmu khadraauddiman!” Rasulullah ditanya: “Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?” Sabdanya: “Wanita cantik di lingkungan yang buruk.” [H.R. Daraquthni, Hadits lemah]Penjelasan:
Hadits tersebut derajatnya lemah karena ada rawi bernama Al-Waqidi yang dinilai sebagai rawi yang sangat lemah oleh ahli hadits. Hadits tersebut memperingatkan kepada laki-laki muslim bahwa perempuan yang tinggal di lingkungan yang tidak baik hendaknya dijauhi. Perempuan semacam itu kemungkinan besar akhlaqnya terpengaruh lingkungannya yang tidak islami. Hal ini sering dibuktikan oleh pengalaman dalam kehidupan di tengah masyarakat selama ini. Wanita sering lebih mudah tergoda oleh hal-hal yang sepintas menyenangkan dan tampak glamor, tanpa memikirkan akibat buruk yang akan terjadi. Wanita lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik.

3.    Penyabar

“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim” [Qs. At-Tahriim: 11]Penjelasan:
Istri yang sabar tidak hanya memberikan semangat dan dorongan hidup kepada suaminya dalam menghadapi segala macam tantangan dan rintangan, ia juga dapat menjaga kehormatan suami di hadapan anak-anak dan orang lain. Istri yang sabar tidak akan manceritakan sikap buruk suami kepada anak-anaknya, karena ia tidak ingin melibatkan anak-anaknya dalam persoalan yang tengah dihadapinya. Sebaliknya, ia selalu memuji akhlaq suaminya di hadapan anak dan orang tuanya. Sikap semacam ini akan menciptakan hubungan mesra dalam rumah tangga karena anak-anak selalu menaruh hormat kepada bapaknya. Sebaliknya istri yang pemarah, suka membantah dan suka memaki suaminya akan menimbulkan konflik berkepanjangan dalam rumah tangganya. Bahkan konflik tersebut bisa melebar kepada anak-anak, orang tua dan mertuanya. Jika hal ini terjadi, pasti anak-anak dalam rumah tangga semacam ini akan mengalami stress dan kebingungan. Selain itu, tetangga pun akan merasa enggan berdekatan dengan rumah tangga yang dipenuhi konflik. Mereka mungkin saja turut merasakan ketegangan karena boleh jadi anak-anak yang berasal dari keluarga yang penuh konflik akan menimbulkan gangguan.

4.    Tidak Cemburu Buta

Dari Abu Hurairah, telah sampai kepadanya bahwa Nabi SAW bersabda: “Seorang wanita tidak boleh meminta suaminya menceraikan istrinya (yang lain) supaya berkecukupan tempat makannya (nafkahnya).” [H.R.Tirmidzi]Penjelasan:
Sifat cemburu berarti sifat curiga kepada orang lain karena iri hati. Cemburu juga berarti tidak senang melihat orang lain memperoleh kebaikan atau keberuntungan. Seorang perempuan dikatakan pencemburu buta apabila ia selalu mudah mencurigai perempuan lain akan merusak hubungannya dengan suami atau calon suaminya.
Hadits tersebut menerangkan adanya larangan bagi perempuan mempunyai sifat mementingkan kesenangannya sendiri dan berusaha dan berusaha menghilangkan kesenangan orang lain yang menjadi madunya. Sifat ini termasuk dalam pengertian sifat cemburu buta dan sudah tentu sangat tercela, baik dalam pandangan Islam maupun masyarakat.

5.    Kufu’ Dalam Beragama

“Wahai Bani Bayadhah, kawinkanlah (perempuan-perempuan kamu) dengan Abu Hind; dan kawinlah kamu dengan (perempuan-perempuan)nya.” [H.R. Abu Dawud]“Orang-orang Arab satu dengan lainnya adalah kufu’. Bekas budak satu dengan lainnya adalah kufu’ pula.” [H.R. Bazar]

“Sesungguhnya Allah memuliakan Kinanah di atas Bani Isma’il dan memuliakan Quraisy di atas Kinanah dan memuliakan Bani Hasyim di atas Quraisy dan memuliakan aku di atas Bani Hasyim…Jadi, akulah yang terbaik di atas yang terbaik.” [H.R. Muslim]

Penjelasan:
Kata kufu’ artinya sepadan atau setara. Dalam pengertian adat-istiadat, kufu’ ialah kedudukan setara antara calon suami dengan calon istri, baik dalam urusan agama, keturunan, nasab, maupun kedudukan sosial dan ekonomi. Bila calon pasangan dalam hal-hal tersebut setara, maka mereka disebut kufu’.

6.    Istri Shalihah Penyejuk Hati

Istri ideal juga harus bisa menjadi penenang bagi keluarganya, menjadi air yang menyegarkan ketika panas menyengat, menjadi tempat diskusi yang menyenangkan bagi suami dan anak-anak, juga menjadi tempat mengadunya mereka ketika mereka mendapatkan masalah diluar rumah. Oleh sebab itu sang istri sholehah haruslah kuat dan tegar.

7.    Slalu berniat untuk Ibadah

Seorang istri yang baik akan berusaha untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Walaupun terkadang timbul perasaan malas atau berat untuk melaksanakan sesuatu yang menjadi kewajibannya, tetapi hendaknya diingat bahwa keridhaan suami lebih diutamakan diatas perasaannya. Lihatlah apa yang dikatakan  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam ketika Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya:

“Siapa diantara manusia yang paling besar haknya atas (seorang) istri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam menjawab,  “Suaminya.. “ (HR. Hakim dan Al-Bazzar)

Dengan taat kepada suami dan tentunya dengan menjalankan kewajiban agama lainnya, dapat mengantarkan istri kepada surga-Nya. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan di shahihkan oleh Al-Albani:

“Bila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu dan berpuasa pada bulan Ramadhan dan memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya, maka kelak dikatakan kepadanya: “masuklah dari pintu surga mana saja yang engkau inginkan.”

Kemudian hendaklah istri mengingat akan besarnya hak suami atas dirinya, sampai-sampai seandainya dibolehkan sujud kepada selain Allah maka istri diperintahkan untuk sujud kepada suaminya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam:

“Andaikan saja dibolehkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi: Hasan Shahih)

8. Memboleh kan Suaminya Poligami

dengan Syarat, istri itu sudah tidak sanggup menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, ataupun sang istri tidak bisa memberi keturunan kepada suami.

Hmmm Subhanallah ya ternyata sosok istri sholehah, slain itu begitu besarnya pahala yang kan dituainya….

Rasul pun meninggalkan wasiat loh untuk para istri sholehah melalui Putrinya Fatimah,seperti yang pernah ditulis oleh saudariku.

Pembaca percaya nggak setelah menulis artikel ini, menyadarkan ku ternyata tugas istri yang slama ini menakutkan jd hilang sudah, yang terbayang saat ini adalah begitu mulianya tugas ini, dan betapa besarnya pahala yang kan didapat dari Nya…

Ya Allah bantulah hamba Mu yang lemah ini agar bisa menjadi sosok yang nan agung seperti yang tertulis diatas…tapi seandainya hamba masih belum menjadi seperti sosok yang dijelaskan diatas, maka hamba memohon tolong kirimkan sosok suami sholeh dengan harapan dia bisa membimbing hamba menjadi sosok nan agung itu….amiin

Categories: about women, motivasi | 13 Komentar

Navigasi pos

13 thoughts on “Seperti apakah sosok istri ideal itu??!>?

  1. enozone

    Subhanallah ya jadi sosok istri ideal nan sholehah… balasannya surga eui….

    Hmm kapan ya…^_^

    emang eno dah siap….????

  2. Menurutku eno itu sih udah punya nomor 4 dan nomor 6. Kalau yang lain, apalagi cantik (blah2), ga tau deh. Ke…keke…kekekekkkekk.

  3. Halo Eno,wah artikelnya bagus sekalee. Semoga kamu bisa jadi istri yang solehah yaaa. Amin

  4. enozone

    @ Niko
    Makasih ya Nik…wat doa nya…amiin..moga eno bisa ya…^_^

    @ Wim
    Ooo gitu ya Wim…amiin deh…tp hmm kamu rada sotoy nih….😦

  5. PONCO

    Bagai mana ya sosok suami yang ideal itu?

  6. enozone

    @ Pak Ponco
    Makasih ya Pak dah berkunjung ke blog eno..😀 hmm pertanyaan nya ngasih ide tuh wat bikin artikel tentang suami ideal… ~_~ hehe.

  7. sebagai istri/calon istri sudah pasti ingin sholelah , tapi udah sholelah trus suaminya tukang bohong/ gak jujur n selingkuh trus mo diapain tuh suami/calon suami model begitu??

    please share yahhh🙂

  8. tomi

    ass mba eno.
    nga nyangka tidak cemburu buta ternyata masuk kriteria istri idaman.

    aku tambahin ya:
    bisa mengatur keuangan keluarga, bisa memberikan masukan dan motifasi kepada suami, dan memiliki gambaran yang kongkrit dalam pola pendidikan anak.😀

  9. enozone

    @ Mba Nuks koe
    Hmm mba klo permasalahannya kya gitu…hmm itu berarti ujian mba wat sang istri untuk menguji kesabaran sang istri seperti di kriteria no 3, itu mnurut aku mba (hmm sebenernya jg masukan dari temen ^_^), tp klo itu baru calon suami harusnya kita kudu bersyukur mba…karen blom jadi suami…hehe😀

    @Mas Tomi
    Wah mas makasih ya atas masukannya, wah Eno emang kudu banyak dikasih masukan nih mas…karena masih dalam taraf belajar dan minim pengetahuan..😀

  10. nambahin dr 7 diatas saya mah yg bisa ngertiin saya, dr physically kl bisa okelah, ga matre, ga ngerokok,minum,ato ga terlalu gaul, low cost operational but good performance n appearance, cerdas mengelola keuangan, sayang ma keluarga, kl bisa keluarganya ga ada hubungan ma polisi, atau orang2 hukum.
    aduh banyak syarat deh makanya saya sampai saat ini masih menjomblo

    ENo Replay “Wah thx Nif atas masukannya…bisa juga tuh…ngertiin suami, secara fisik oke (klo ga oke gimana Nif??kan oke itu relatif loch DEk) trus ga matre, hmm gimana klo sang istri itu kudu bisa ngatur keuangan keluarga Nif?? oke juga kan..:D, Tp pas ce pikir2 banyak juga kriteria istri ideal wat kamu Hanif…waduh…kasian tuh..kebanyakan..😦 hehe😀 “

  11. Mmm..kalo kriteria sy: cantik, supel, smart, type dermawan, bermata indah seperti matanya tamara B or maudy K *hi..hi..hi..so impressing*, penyayang, latar belakang dr keluarga yg baik & normal *ky apa tuh?* & bebrapa syarat lagi deh *confidential*.
    Ada ga ya?? Cariin dong!!😀

  12. Ping-balik: Kriteria suami ideal nan sholeh…Part 2 « Renoirma’s Weblog

  13. Azzahra

    Tambah lagi, klu diajak suami ngobrol nyambung ga tulalit trus hrs denger juga keluhan suami klu bisa juga kasih saran yg membangun. HOney…..love you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: