Sudah saat nya kembali…2n0

Hmm…11 tahun sudah, tak terasa diri ini jauh dari pelukan orang tua, bukan waktu yang lama, tapi juga ga bisa dibilang sebentar. Berbagai macam pelajaran dan ilmu telah ku pelajari baik itu pelajaran untuk tetap tegar karena jauh dari pelukan mereka yang menghangatkan, atau pun ilmu mandiri yang terkadang memberatkan, telah ku pelajari satu persatu, walapun sebenarnya masih sangat banyak ilmu yang belum tersentuh untuk dipelajari dan di tekuni.

11 tahun memang waktu yang cukup lama, karena mulai ketika kaki mungil ini melangkah keluar rumah, maka saat itulah berbagai mimpi-mimpi dan tujuan hidup mulai terukir perlahan-lahan tapi pasti, hingga akhirnya ukiran itu mejadi sangat jelas dan begitu kuat mempengaruhi diri ini untuk segera diwujudkan. Setiap orang setuju bahwa setiap keinginan yang terukir menjadi mimpi harus diwujudkan agar tidaklah menjadi harapan kosong, juga mereka pasti sangat setuju semakin tinggi harapan dan cita-cita tersebut, maka semakin besarlah pengorbanan yang harus diberikan. Karena high risk high return,bukan kah begitu pembaca…. J Nah…itulah yang menjadi persoalan saat ini, terkadang terpikir bahwa jauhnya diri ini dari pelukan hangat orang tua merupakan sebuah pengorbanan yang harus ditempuh demi terwujudnya mimpi – mimpi yang telah terukir. Tapi benarkan begitu???

Dan Ternyata……

11 tahun juga bukan waktu yang sebentar, hal ini baru ku sadari ketika relung-relung hati ini terselimuti rasa rindu akan pelukan mereka, atau ketika rasa iri menghampiri saat melihat sebuah keluarga yang sedang bercekrama dengan hangatnya di taman-taman, hmmh pengorbanan-pengorbanan….tapi apakah pengorbanan harus seperti ini??? 11 tahun memang bukan waktu yang sebentar, hal ini terbukti ketika tawaran balik kedalam pelukan hangat itu terucapkan, karena menurut mereka sudah cukup waktu untuk ku mempelajari ilmu-ilmu di luar sana.

Tapi…karena mimpi yang terukir begitu kuatnya, tawaran balik yang sangat indah pun akhirnya belum bisa diterima. Dengan sedikit memberi gambaran akan cita-cita dan rangkai-rangkaian mimpi, orang tua pun memaklumi kenapa tawaran mereka belum bisa ku terima. Terima Kasih Rabb…karena Memiliki orang tua yang sangat mendukung cita-cita ku, merupakan anugrah terbesar yang Kau diberikan.

Tapi, saat ini…ketika usia mereka mulai beranjak senja, akan kah diri ini masih tetap bertahan untuk jauh dari mereka??? Walaupun mereka masih terlihat kuat seperti saat mereka merawat ku kecil, akan kah diri ini tetap berpikir bahwa jauh dari pelukan mereka merupakan sebuah pengorbanan???

Ukiran-ukiran mimpi pun ku telusuri ulang, cita-cita yang terangkai pun ku tata ulang, ternyata semua dasar dari mimpi dan cita-cita tersebut tak lain hanya ingin membahagiakan mereka, dan bukankah sangat bertolak belakang jika harapan ingin membahagiakan mereka tapi harus menjauh dari mereka saat mereka kesepian???

Hmmm ternyata betul bahwa…..11 tahun adalah waktu yang sudah sangat cukup untuk ku jauh dari pelukan hangat mereka. Bukan kah dekat dengan mereka mimpi dan cita-cita tetap bisa ku gapai??? Dan yang pastinya janganlah tukarkan kebahagiaan sejati hanya dengan segenggam harta yang tiada harganya dibandingkan kasih sayang mereka. Otreeee.. J Nahhh…..

Mama….Papa….nantikan ku dibatas waktu…. J

Karena tak lama lagi ku akan PULANG….

Sooo….time for Go Back Home………

Tapi…masih ada kapal ke Padang ga ya….??!?! (tolong pesenin dunk pembaca) hehe ^_^

Categories: celoteh koe, renungan | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Sudah saat nya kembali…2n0

  1. enozone

    Hmm..sebenernya ini comment dikirim ama tian lwt ym,jd di copas aja dech…

    pulanglah ketika masih ada harapan cinta
    biarkan cita itu simpan dan terbangkan bersama mereka
    langkah tak selamanya seperti yang diharapkan
    bisa jadi detik terakhir itu ada di depan mata.
    lantas apa yang kita harus lakukan
    ketika saat saat mesra sudah tak terbayarkan
    merenunglah kawan, cinta akan sangat berharga ketika kau telah kehilangan

    Tiada salahnya kau melangkah berdampingan dengan mata mata kasih sayang mereka
    pulanglah kawan, pulanglah pada perenungan
    cinta itu tiada menanti kau sempurna
    cukup kau hargai, kecup dan candu
    setiap belaiannya..

    dari

    your friend,
    tian

  2. Kalau bisa bawa suami sekalian no …. 😛

  3. willis

    ikutlah… lumayan kan wat bantu angkut2 koper..

  4. azzahra

    woiii percobaan kasih komen…..
    gw juga mau pulang ke kampuang halaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: