Bagaimanakah sosok yang ideal itu??!?!

Bergantinya tahun demi tahun, so pasti membuat setiap orang membuka kembali catatan mereka seputar target-target tahunan yang telah dirancang. Tak terkecuali denganku. Lembaran-lembaran target-target hidup kembali ku buka, bukan sekedar untuk mengingat target-target yang telah disusun, tapi juga untuk melihat telah seberapa dekatkah diri ini untuk mencapainya.

Membuka kembali lembaran-lembaran doa egie2 tersebut menyadarkan diri ini akan satu target yang slama ini seakan terlupakan, yup target untuk melengkapi dien… hmm gimana bisa ya target yang satu itu terlupa kan???  Padahal…jika diingat-ingat lagi, mama dan saudara-saudaraku tak pernah untuk tidak melewatkan topic yang satu ini, apakah itu dengan sindiran halus atau hanya dengan sekedar gurauan. Tidak hanya itu, satu persatu teman-teman baik ku pun telah menapaki ke jenjang tersebut…wah apa aku tertinggal ya…, atau aku terlampau cuek ya….bingung…

Bingung..??yup bingung,bingung akan criteria seperti apakah yang cocok untuk menemani diri ini mengarungi gelombang kehidupan….hingga akhirnya…ku teringat akan cerita ketika…

Seorang remaja pria bertanya kepada ibunya, “Ibu, ceritakan pada ku tentang ikhwan sejati”, sang ibu tersenyum dan menjawab “Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tapi pada kasih sayang nya pada orang disekitarnya”,”Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran”,”Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati ditempat kerja, tetapi bagaimana ia dihormati dalam rumah”,” Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tapi dari hati yang ada dibaliknya”,” Ikwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tapi dari sikapnya yang bijak menghadapi persoalan”,”Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tapi tabahnya dia menghadapi lika-liku persoalan”,”Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca”. Setelah itu si anak kembali bertanya “ siapakah yang dapat memenuhi criteria itu ibu?”, sang ibu memberikan buku dan berkata “Pelajarilah tentang dia”, Ia pun mengambil buku itu “Muhammad” judul yang tertulis dibuku itu.

Membaca percakapan singkat antara ibu dan anak tersebut, memberiku inspirasi akan criteria yang kucari…

Bukanlah sosok lelaki seperti Yusuf As nan tampan yang ku ingin kan, karna diriku tidaklah secantik Zulaikhah

Bukan juga sosok lelaki seperti Sulaiman As yang begitu kaya yang ku harapkan, karna diri ini tidaklah bisa disamakan dengan Ratu Balqis

Juga bukanlah sosok seperti Rasulullah nan agung yang ku idamkan, karna kesabaran dalam diri ini masih sangat jauh dari kesabaran yang dimiliki Siti Khadijah dan Bunda Aisyah.

Tapi salahkah jika diri ini berdoa untuk sosok yang sedang mempelajari kesabaran dan akhlaknya Rasulullah dimana ia juga mencoba untuk menerapkan dalam kehidupannya??

Salahkah diri ini jika berdoa agar sosok tersebut mau menjadi pendampingku dengan harapan ia kan membimbingku menjadi seperti Bunda Aisyah???

Salahkah aku jika berdoa untuk sosok yang begitu penyayang kepada anak-anak seperti sifat penyayangnya Rasul kepada para cucu beliau,dengan harapan ia dapat memberikan kasih yang tiada henti pada anak-anak ku kelak….??? Salahkah aku berharap untuk sosok seperti itu????

Categories: celoteh koe, renungan | 5 Komentar

Navigasi pos

5 thoughts on “Bagaimanakah sosok yang ideal itu??!?!

  1. ehem.. ehem..
    akhirnya Ce, setelah sekian lama kami menyadarkanmu..

    Mudah-mudahan Allah segera mempertemukan cece dg sosok ikhwan sepert itu..

    Cece pantas koq dapat yang terbaik

    Luv U sis

  2. willis

    akhirnya terungkap juga apa yang eno mau… ternyata ga gampang-gampang amat kriterianya… monggo yang selama ini mendamba eno..maju kalo berani

  3. Hacker

    ??????????? hmmmmmm……………

  4. tomi

    em… kalau mba eno tiba2 berubah sikap. jangan2 waktu di tanah suci papa mba berdoa untuk cepet dapet mantu. hehehe…

    kalau udah serius mba. saran aku:
    1. cari referensi proposal(kalau bisa yg telah terbukti berhasil)
    2. jangan lupa paraf orang tua(biasanya sih orang yg baru pulang haji gampang ngasih paraf)
    3. gunakanlah biro jodoh resmi dari lingkaran
    4. berkaca dulu baru menentukan kriteria
    5. jangan lupa basmalah dalam memulai segala sesuatu

    semoga sukses ya mba… jangan lupa undanganya🙂

  5. tomi

    setelah di baca ulang sepertinya item no 4 perlu di kasih keterangan🙂
    maksudnya cari yg sekufu(tulisannya bener nga ya) mba.
    jangan sampai kriteria malah mempersulit kita mendapatkan jodoh. tapi jangan juga cari yg jauh di bawah standar.
    kalau ada kata2 yang salah maaf ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: