Saat Aroma kematian menyapa

“ manusia banyak terkecoh dalam dua hal, yaitu kesehatan dan waktu luang (HR Imam Bukhari) “.

Seperti yang dijelaskan hadist diatas, kesehatan memang satu dari sekian banyak hal yang sering disepelekan, harta yang seakan tak berharga, juga kondisi terbaik yang selalu diabaikan. Apalagi saat kerjaan bertumpuk, dering hp yang tiada henti akibat kejaran dead line yang belum diserahkan.

Akibatnya harta yang seakan tak berharga tersebut (kesehatan) pergi menjauh, mengirimkan para penggadai nya ke rumah serba

putih, rumah yang terlihat begitu bersih sekaligus menyimpan beribu penyakit yang mematikan, rumah yang terlihat ramai, sekaligus begitu mencekam saat tangis pilu kematian terdengar, juga dirumah ini lah aroma kematian itu menyapa.

Seperti diketahui bersama, aroma kematian tak bisa diprediksi, ia selalu menyapa tak mengenal tempat dan waktu, terutama saat sakit menyerang. Saat itu jarum jam menunjukkan angka 12, tepat nya jam 12 malam, suhu yang begitu tinggi menjadikan tubuh menggigil, kesadaran mulai hilang entah kemana, tiba-tiba sesosok yang tak begitu jelas, berdiri disamping seakan bertanya dan mengajak diri bercakap-cakap dengannya. Setelah itu… PICT0152

Tiba-tiba tubuh begitu ringan, bak kapas yang melayang tinggi ditiup angin. Mata tak lagi melihat, tapi jiwa bisa mengetahui sekitar, kuping tak lagi mendengar, tapi batin bisa merasa.

Dera keheran belum lagi hilang, tiba-tiba raga merasakan suhu panas yang begitu tinggi, panas yang tak bisa dibandingkan dengan panasnya suhu musim panas, panas yang seakan menggigit. Tiba-tiba batin bertanya seraya menerka “inikah gambaran panas neraka???” tiba-tiba diri merinding lemas, membuat siluet dosa-dosa memenuhi jiwa menyesakkan batin…

Suhu panas berganti dengan suhu yang begitu menyejukkan, suhu yang begitu mendamaikan batin dan jiwa. Kedamaian itu pun membersitkan pertanyaan “Rabb seperti ini kah gambaran jannah Mu…??” sungguh Rabb… begitu banyak nikmat yang Engkau berikan kepada kami hamba Mu.

Entah bagaimana kejadiannya, ketika malam sampai dipenghujung, tiba-tiba kesadaran mulai memulih, gigil kedinginan yang menyerang mulai reda, akal sehat mulai berfungsi, akibatnya sejumlah pertanyaan keheranan atas kejadian beberapa saat yang lalu, pun meledak dikepala. Akan tetapi sekeras apapun otak berputar mencari jawaban logis, tetap jawabannya tak bisa ditemukan kecuali “Wallahu’alam bishowab”.

Saat itulah baru disadari, mungkinkah itu aroma kematian yang menyapa???suatu isyarat atau teguran kah kejadian dipenghujung malam itu??? lagi-lagi “Wallahu’alam bishowab”. Akan tetapi apapun itu, syukur tiada henti memenuhi rongga nafas, tobat tiada batas memadatkan doa panjang. Segala Puji bagi Mu ya Rabb, Tuhan semesta alam “Alhamdulillahirabbil’alamiin”

“Allahumma, Engkaulah Rabbku, tak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan dan aku hamba Mu, dan aku dalam perjanjian dengan Mu, ikrar kepada Mu (yang akan aku laksanakan dengan) segala kemampuanku, dan aku berlindung kepada Mu dari segala kejahatan yang telah aku lakukan, aku mengakui nikmat Mu kepada ku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau Wahai Dzat yang Maha Pengampun….”

“Terinspirasi dari pengalaman sakit sang sahabat”

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: