Lebaran atay LEBAYran?

Akhir-akhir ini saya kok mikir ya, apakah bener kita itu berlebaran atau berLEBAY-ran. Kenyataannya ketika kita mau lebaran, kita cenderung lebay dalam melakukan hal-hal sehari-hari. Lebay dalam beli baju, lebay dalam beli makan, lebay ke mall, lebay mudik. Padahal esensi lebaran adalah bagaimana kita menysukuri nikmat Allah yang telah memberikan kita kesempatan memperbaiki akhlak dibulan ramadhan dengan menjalankan puasa 1 bulan penuh. Mungkin ada suatu kultur dinegara kita yang berkesan membolehkan kita lebay selama menunaikan ibadah puasa dan lebaran. Lihat saja betapa macetnya jalan-jalan di kampung-kampung terutama menjelang buka puasa karena semua orang berjualan ta’jil dijalan, betapa penuhnya mal dan pasar-pasar.

Jika dirunut dengan logika dan akal sehat, seharusnya dengan menunaikan puasa, pengeluaran kita akan menurun. Hal ini dikarenakan kita tidak makan 1x. seharusnya uang makan kita utuh. Kenyataannya, semua orang lebay. Beli makanan banyak sekali. Beli baju banyak buat lebaran. Lebay semuanya. Dampak dari ke-lebay-an ini harga-harga jadi naik deh.

Pada akhirnya, lebaran yang seharusnya merupakan momen sakral dimana kita diberikan magfiroh dan barokah malahan menjadi sesuatu hari hura-hura dengan pakaian baru, makanan yang super banyak, dan kegembiraan duniawi yang kadang lebay.

Oiya…saya juga mau mengucapkan:

sugeng riyadi, dalem nyuwun pangapunten sedhanten kalepatan lahir lan bathin

Categories: celoteh koe | 10 Komentar

Navigasi pos

10 thoughts on “Lebaran atay LEBAYran?

  1. IRIANTO NUGROHO

    BTW eno lebay juga gak????
    dah beli baju baru belum????

    • enozone

      wah…klo ga dunk kakek….^_^ alhmd aku dibeliin baju….jd ga beli baju…:D
      hmmm…..jng2 kakek nih….yg lebaay………..ayooo ngaku….

  2. azzahra

    pikir lagi deh …itu semua dampak multiply dari gaya hidup konsumerisme dan materealisme yang sudah mewabah dan berakhir menyebabkan keLebayan dan harga naik krn demand yg naik dari masyarakat.

    Mari kembali pada hidup sederhana dan mulailah berbagi pada sesama.

    • enozone

      setuju bgt Ra……
      sudah saatnya kita gaungkan lagi

      “Hidup Sederhana dan Saling Berbagi Ke Sesama”

  3. Syawal adalah akhir. Ia juga permulaan. Akhir dari rital suci Ramadan. Akhir dari keterburu-buruan spiritual yang begitu bersemangat agar tak tertinggal parsel ampunan dan tiket penukar kavling surga. Karena itu, Syawal menjadi awal dari sebuah kefanaan yang kembali pulang. Fana yang terusir sejenak oleh Ramadan.

    Jika Goenawan Mohamad terang-terangan menyebut bahwa yang dirayakan Ramadan adalah kekosongan (Tatal 59), izinkan saya melengkapinya: Syawal diciptakan untuk mengisi kekosongan itu.

    Awal Syawal adalah lebaran. Di Indonesia, yang justru indah dari lebaran ialah bahwa ia tak identik dengan kesucian. Lebaran adalah pesta, perayaan, kegembiraan, bahkan di sana-sini “kemewahan”.

    Hari ini, pesta itu telah usai. Topeng-topeng dengan karakter penuh maaf telah teronggok di pojok kursi cadangan. Ia baru akan berguna lagi pada satu tahun mendatang. Wajah-wajah pun kembali sibuk dengan topeng-topeng yang lain: Topeng yang selama awal Syawal teronggok di kursi cadangan. Topeng serakah, topeng juru culas, topeng pendusta, topeng ahli keji, bla…bla..bla.

    http://kalipaksi.com/2009/09/28/topeng-bulan-syawal/

  4. Yang lebih memprihatinkan Mbak, pada saat 10 hari terakhir Ramdhan, dimana seharusnya kita beri’tikaf di masjid, malah sibuk dgn urusan makanan dan kue2 utk lebaran.
    Akh, masih demikian dangkal keimanan kita.
    merugi rasanya menyia2kan rahmat ramadhan yg belum tentu kita temui lagi di tahun2 yang akan datang.
    Salam.

  5. UPdate dong!!! aduh cc ini bagaimana sih??hehehehehe

    ^_^ hehe blom sempat nih…msh dlm masa produksi nih blog nya…alias blom siap tayang😀

  6. adityahadi

    Terkadang pengeluaran saat lebaran malah jadi lebih banyak dibanding gak lebaran, gimana sih, padahal Rasul ngajarin kita buat hidup sederhana lho

    Ini hanyalah salah satu taktik Syaithan untuk menggoda kita, musti terus waspada

    oiya mbak eno, hee, udah kutu masukin linknya di blog kutu, kunjung balik yah,
    salam

    yup setuju dng mas adit…sedih ya padahal salah satu hikmah ramadhan adalah agar kita bs menjaga hawa nafsu,termasuk didalam hawa nafsu u/berbelanja dr hal2 yg tdk dbutuhkan,benar mas..kita harus lebih waspada atas godaan syaithan yg makin lama makin hebat godaannya…^_^

    terima kasih ya atas kunjungannya…smoga terhibur atas sajian yg ada….^_^,enozone akan sgera brangkat ke TKP eh ke blognya mas adit…:D

    Wassalam

  7. Wah kalau mengacu pada definisi diatas emang lebih cocok kalau Lebay-ran.😆

  8. putirenobaiak

    dah mo lebaran haji nih reno…salam kenal..ya makasih sudah ke blogku, sori nih baru sempet BW. senang kenal kamu…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: