“TEGURAN LEWAT MIMPI”

Let Go of the Past
Before you can create a better future, you must let go of the pains in your past. Failing once does not mean you will fail forever. Learn from your history, but don’t let it stand as an obstacle between you and your dreams.

Sore ini merupakan sore yang begitu menegangkan bagiku, bahkan saking tegangnya keringat dingin mulai bercucuran membasahi baju latihanku. Yup karena sore ini akan diadakan pertandingan kenaikan tingkat tahunan, tetapi bukan ujian kenaikan tingkat ini yang menyebabkan ketegangan ku, melainkan karena ujian ini pun merupakan ujian penentuan untuk pemilihan kontingen yang akan menjadi atlit untuk perlombaan antar perguruan bulan depan. Bisa menjadi kontingen bahkan pemenang dalam pertandingan antar perguruan merupakan kebanggaan setiap orang, apalagi perguruan ini merupakan perguruan yang selalu menjadi juara umum, dan saat ini adalah kesempatan pertama ku untuk bisa menjadi kandidat kontingen lomba tersebut.

Ujian demi ujian pun telah ku lewati, dan sejauh ini hasil yang ku dapatkan cukup memuaskan baik bagi ku maupun bagi para penguji, hingga tiba pada pertandingan yang menentukan, yaitu “fighting“. Wah…pertandingan ini tidak begitu membuatku tegang, karena selama dalam latihan pada sesi fight aku selalu menjadi juara. Ketegangan yang tadi hinggap saat ini telah hilang, digantikan dengan rasa percaya diri yang tinggi, terutama saat akan melakukan pertandingan, dan begitu nama ku disebut, aula pertandingan menjadi semarak, maklum “jagoan” akan bertandingan. Kali ini yang menjadi lawan ku dalam Fight adalah Diana temen ku dalam perguruan ini, sebelum bertanding kami diberikan instruksi-instruksi oleh wasit, bagian mana yg boleh dijadikan titik sasaran dan bagian mana yang dilarang. Pertandingan pun dimulai.

Menit pertama bagi ku merupakan menit obeservasi, yaitu menit membaca gerakan dan teknik yang digunakan lawan, sedangkan menit selanjutnya merupakan menit serangan dan serangan. Diana merupakan lawan yang cukup tangguh terbukti dari cara nya menangkis setiap serangan yang ku lancarkan pada nya. Tidak terasa waktu babak pertama pun selesai dengan hasil imbang. Sambil menyiapkan diri kembali, pelatihku memberi kan masukan-masukan, semua masukannya hanya ku balas anggukan kepala sambil mata terus menatap persiapan lawan.

Babak kedua, kali ini serangan yang ku lancarkan lebih genjar, satu pukulan telak mendarat dibagian lawan, dan dilanjutkan dengan serangan-serangan yang lainnya. Pada babak ini rasa percaya diri ku semakin meluap, dan tanpa ku sadari, emosi yang dulu selalu ku kubur dan ku endapkan mulai naik, hal ini berdampak pada semakin tidak terkontrolnya tenaga yang ku keluarkan saat melakukan serangan-serangan. Hingga akhirnya beberapa pelanggaran dikenakan atas ku. Walau begitu serangan-serangan yang dialamatkan pada lawan hampir keseluruhan mendarat sempurna. Hingga pertandingan usai.

Berakhirnya pertandingan disambut gempita para supporter aku di sisi-sisi lapangan, percaya diri menjadi pemenang pun tak kuasa telah merajai hampir seluruh hati dan akal ini. Hingga akhirnya tangan wasit mengangkat tangan Diana dan tetap memegang tangan kiri ku dibawah, yang menandakan kalau aku kalah. Tidak terima atas hasil ini membuat ku begitu kecewa, karena kecewanya ku berlari meninggalkan aula begitu saja sambil berderai air mata tanpa menghiraukan panggilan teman-teman dan para pelatihku. Aku terus berlari tanpa henti hingga….BUG!!!! Aku jatuh dari tempat tidur!!!

Wah….pertandingan tadi cuma mimpi!!!! Tapi anehnya mimpi tersebut terus mengusikku dunia sadarku, hingga ku menyadari satu penyebab kekalahanku dalam pertandingan di dalam mimpi tadi,yaitu setiap serangan yang ku lancarkan ternyata ditumpangi oleh rasa amarah, rasa kebencian, juga kekesalan. Walau bingung akan mimpi tersebut, tapi satu yang ku sadari, bahwa saat itu hati ini sedang dilanda amarah, dilanda kekecewaan sehingga semuanya itu membuat ku kesal, akan tetapi semua rasa selama ini hanya dipendam dalam hati tanpa diselesaikan.

Adapun hubungannya dengan mimpi tersebut, aku meyakini bahwa mimpi tersebut adalah teguran, teguran karena telah memelihara amarah, kecewa dan kekesalan dalam hati, yang mana jika semua sifat tersebut bersemayam dalam hati, maka ia tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa melainkan akan mendatangkan sebuah kekalahan telak bagi pemiliknya. Ya Rabb Maha Pembolak balik qalbu, Alhamdulillah, segala puji bagi Mu Pemilik segala hati yang ada dimuka bumi ini, yang telah memberikan petunjuk serta peringatan kepada kami agar senantiasa membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.

Categories: celoteh koe, renungan | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on ““TEGURAN LEWAT MIMPI”

  1. renungan yg indah Mbak Eno, agar dlm keadaan marahpun kita tetap bisa mengontrol diri ya.
    terima kasih utk tulisan yg indah ini.
    salam.

    Smoga kita terlatih untuk mengontrol diri baik dalam marah,suka ataupun duka…ya Bund ^_^
    Bunda…eno senaaang bgt…🙂 bunda bisa berkunjung ke gazebo eno ini ^_^….kucing aku jg seneng loch bund….^_^

    salam

  2. Ehmmm cuman mimpi tohhh…tak kirain beneran jadi kontingen…duhh kan aku serem kalo kena gebug…. xixixixi😛

    hehe ^_^ tante jadi malu….sbenarnya itu cita2 dr dulu tant…tp sayang😦 dr sejak terciptanya cita2 itu….penolakan u/ ikut perguruan pun terbit….:D so cm bs bermimpi dech….^_^ tenang tant…yg kena gebuk guling kok….😀

  3. diana febilia

    mba mimpi fighting sama aku ya? kok aku ga nyadarnya klo itu mba….aku pula lagi yang menang, ga nyangka banget…tapi sayang itu semua cuman mimpi….klo kenyataan pasti seru banget ya mba….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: