“Yang Takkan Terulang Lagi”

Beberapa waktu yang lalu Eno dan “kucing” berkunjung ke blog bundadontworry tersayang, lalu tertarik dengan salah satu postingan bunda yang berjudul “Yang Takkan Terulang Lagi”, didalam postingan tersebut Bunda berpesan kepada pembaca “Bahwa dalam hidup ini kita diberikan beberapa tahapan, oleh karena itu nikmatilah setiap tahapan tersebut “do your best”, sebab apa yang ada sekarang takkan terulang kembali”.

Akan tetapi ada sedikit perbedaan pembahasan dalam postingan ini, tulisan ini merupakan bentuk pelampiasan penulis yang tak mampu keluar secara maksimal. Pelampiasan atas kesedihan yang tak terkira atas kehilangan seorang papa, sosok bijaksana nan menenangkan, sosok teman yang ada dikala suka dan duka, sosok sahabat yang selalu mendengarkan segala curhatan,baik itu curhatan kekesalan, sedih, lucu, bahkan curhatan seorang anak gadis yang terkadang terkena virus merah jambu ^_^’, kehebatan papa tak hanya sebatas itu, beliau juga seorang motivator yang mampu membangkitkan semangat ketika penulis mulai merasa putus asa atas semua cobaan yang datang, juga sosok konsultan bisnis yang sangat arif, terbukti ketika penulis sering berkhayal ingin membangun sebuah usaha yang aneh-aneh ^_^ (pernah terbayang ingin membuat sebuah tambak lobster , membuat sebuah perternakan sapi, bahkan ketika penulis tertarik dengan usaha jaringan wireless) dimana semua khayalan tersebut sangat bertolak belakang dengan pendidikan penulis, akan tetapi sosok papa dengan bijaknya memberikan masukan yang sangat berguna bagi pengembangan usaha tersebut, sungguh sangat menyenangkan sekali ^_^.

Sosok papa dalam mendidik kami anak-anaknya memang terkesan keras, terutama dalam pendidikan agama dan pendidikan sekolah, tapi disisi lain papa juga sosok yang sangat pengertian, terbukti saat penulis ngambek nggak mau bicara dengan siapa pun karena suatu masalah, sampai-sampai keluarga bingung bahkan mama pun angkat tangan :p (aduuh malu kalau mengingatnya #_#), akan tetapi papa dengan sedikit petuah dan nasehatnya dapat meluluhkan hati yang saat itu membeku ^_^ (pokoke papa is my HERO). Pernah suatu ketika penulis merasa sangat kehilangan papa, yaitu saat papa pergi menunaikan rukun islam yang ke 5, dimana saat itu penulis tidak bisa menghubungi papa karena takut mengganggu beliau dalam beribadah, akan tetapi saat itu penulis begitu kalut karena disaat yang bersamaan penulis mendapatkan masalah yang cukup berat, dan tidak bisa dishare ke orang lain kecuali papa. *(baca di “Ketika badai itu harus kulalui tanpa Papa” )

Papa tak hanya keras dalam mendidik kami, tetapi papa juga keras dalam berdoa untuk kesuksesan kami, karena dalam setiap doanya papa selalu menyebutkan nama anak-anaknya secara lengkap bahkan dengan bin dan binti serta cita-cita kami masing-masing. Papa memang sosok yang begitu mendukung setiap cita-cita anak-anaknya, hal ini terbukti ketika papa mengetahui penulis menolak tawaran kerja, dan dengan sabar papa mendengarkan alasan-alasan penulis (dikira bakal dimarahin karena menolak tawaran kerja, ternyata enggak ^_^ ).

Duhai Papa tersayang begitu banyak ilmu yang engkau berikan, begitu banyak pelajaran yang engkau ajarkan, tak terkecuali memori-memori indah Yang Takkan Terulang Lagi.

Mungkin untaian kata-kata takkan mampu mengungkapkan kekaguman, rasa sayang, terutama rasa kehilangan akan sosok beliau. Sedikit penulis ingin berbagi sosok papa kepada pembaca walau hanya lewat beberapa photo.

Gambar dibawah ini terlihat papa mengajarkan kami bagaimana cara bekerja membersihkan halaman, kebetulan rumah gadang kami (rumah keluarga besar mama) memiliki halaman yang luas yang menyatu dengan pantai, dan karena kami jarang pulang, maka setiap pulang kampung halaman tersebut pasti dipenuhi dengan rumput-rumput bahkan semak belukar, jadi setiap pulang liburan lebaran pastinya membersihkan halaman belakang adalah tugas rutin bagi kami. Tetapi dalam memori ini penulis mengambil pelajaran, bahwa papa ingin setiap anaknya tidak hanya mampu bekerja secara luwes di depan computer, tetapi juga harus bisa dalam segala bidang termasuk berkebun, ups membersihkan halaman ^_^. By the way dibelakang papa terlihat Soni Satiawan
sedang khusyuk mencabut rumput ^_^.

Adapun pada gambar disamping kanan memperlihatkan papa yang suka bercanda dengan anak-anaknya, kalau ga salah dalam gambar disamping penulis ingin membalas kejahilan papa ^_^ akan tetapi papa malah dapat mengelak dari kejaran penulis ^_^.

Kalau gambar disamping kiri terlihat papa yang dengan khusyuknya mencabut rumput-rumput liar, adapun Soni Satiawan dan Tifa terlihat asyik berphoto-photo ria. Ckckckck *geleng-geleng kepala ^_^

Gambar di samping kanan, merupakan kenangan terindah yang sempat terekam setelah Ied Fitri 2008, karena saat Ied Fitri 2009 kami tak sempat berpose ria dikarenakan kamera tertinggal di rumah, sedangan saat Ied Fitri 2010 papa terbaring sakit L

Papa, you may be out of my reach, but not of my pray, You may be out of my sight, but not of my heart, I may not tell You that I love and care about You, but deep inside I always Do. I LOVE YOU PAPA

Categories: celoteh koe | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on ““Yang Takkan Terulang Lagi”

  1. marlita

    sedih baca nya no…..i love my father too…..^^ emg ga bakal terulang lg moment2 itu…

  2. Papa telah berhasil menjadikan Mbak Eno seorang yg hebat dan penuh kasih sayang🙂
    Pasti PApa bangga sekali pada anak gadisnya ini🙂

    ketika kerinduan akan Papa datang, selalu kirimkan doamu ya Mbak Eno sayang………
    (peluksayang)
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: