“Cara Dia Memandang Cinta”

Katanya sih cinta, tapi sikapnya kok, tak berbicara begitu? Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Pertama, Anda perlu tahu dulu bahwa konsep cinta antara lelaki dan perempuan pada dasarnya memang berbeda.

Salah satunya yang menarik adalah bagaimana kedua mahluk ini memandang cinta. Memang, membahas dan mengartikan cinta sendiri bukanlah perkara yang mudah. Secara gramatikal, cinta bisa dikatakan sebagai sebuah perasaan yang sangat mendalam, mengandung gejolak emosi positif dan bersifat subyektif. Namun, penelitian yang bisa menjelaskan secara gamblang tentang cinta sampai sekarang belum ada.

Seorang penulis nonfiksi dan sains yang pernah mendapatkan Pulitzer Prize, Natalie Angier, mencoba mendefinisikan kata cinta dalam bukunya yang berjudul Women an Intimate Geography. Menurut Natalie, cinta adalah sebuah perasaan yang universal sehingga akan selalu ada sampai kapan pun manusia itu ada.

Sejak kecil kita, manusia, juga sudah diajarkan untuk mengenal cinta, walapun penerapannya berbeda setelah kita menginjak dewasa. Itulah sebabnya, mengapa pengertian cinta antara lelaki dan perempuan, pada akhirnya juga berubah dan berbeda. Nah, seperti apakah perbedaan cinta di mata lelaki dan perempuan?

Perempuan: cinta=perhatian
Lelaki: cinta=kepercayaan
Salah satu tanda cinta bagi perempuan adalah perhatian. Kita senang memberi sekaligus menerima perhatian. Sekecil apa pun perhatian yang diberikan pasangan, kita akan merasa istimewa dan dicintai. Misalnya, dikirimi SMS setiap hari, meski pesannya hanya ucapan selamat pagi atau selamat tidur.

Sementara buat lelaki, yang menyamai arti perhatian adalah kepercayaan. Lelaki menganggap jika pasangan yang dicintainya memberikan kepercayaan penuh padanya, itu berarti sang kekasih meyakini bahwa ia telah melakukan yang terbaik bagi mereka berdua. Lelaki tak suka dibanjiri SMS. Apalagi jika pesannya berisi, “Kamu di mana?” Selain mengganggu, pesan ini seolah menunjukkan kita tak memercayainya.

Perempuan: butuh pengertian
Lelaki: butuh penerimaan

Selain perhatian, hal lain yang kita butuhkan dalam hubungan adalah rasa dimengerti. Kaum lelaki memang sulit memahami kita. Namun, mereka punya cara untuk mengatasinya. Banyak lelaki diberi kemampuan mendengarkan keluh kesah kita tanpa menghakimi. Ia juga dapat memberikan empatinya. Sikap lelaki yang lebih mudah memahami ini bukan didapat dari mengetahui pikiran atau perasaan seorang perempuan. Ini karena lelaki selalu berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang dia dengar dan dia lihat unutuk membenarkan apa yang disampaikan kekasihnya.

Sementara, perempuan yang kadang tidak berdaya mengubah kekasihnya akhirnya dengan penuh cinta menerima Si Dia apa adanya. Dan, inilah yang membuat lelaki merasa bahagia dan sangat dicintai.

Perempuan: ingin dihormati
Lelaki: ingin dihargai

Kita akan merasa dihormati bila lelaki menanggapi dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhan kita. Jika tingkah laku Si Dia selalu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaan kita, pasti kita akan merasa senang dan dihormati. Betul, kan ?

Sedangkan bagi lelaki, penghargaan atau dihargai merupakan reaksi alami terhadap perasaan didukung. Jika usahanya dihargai, lelaki akan tahu bahwa usahanya tidak sia-sia. Nah, hal ini bisa mendorong lelaki untuk bisa berbuat lebih banyak. Lelaki yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya.

Perempuan: butuh kesetiaan
Lelaki: lebih butuh rasa kagum

Diakui atau tidak, ketika sedang jatuh cinta kita selalu ingin pasangan berada di sisi kita, kalau perlu 24 jam penuh (bodyguard saja pakai shift). Ini menandakan kita memang sangat menginginkan dan mengagungkan kesetiaan. Nah, kaum lelaki merasa bila si pasangan mengagumi dan menghormati hak-haknya, dengan ikhlas ia akan membaktikan diri dan menyanjung si pasangan.

Sebaliknya, jika perempuan diperlakukan sebagai sosok yang terpenting dalam kehidupan lelaki tercintanya, maka kita akan dengan mudah memberikan kekaguman pada pasangan. Segala sesuatu memang harus ada timbal baliknya, kan ?

Perempuan: mengharap ketegasan
Lelaki: mengharap persetujuan

Setiap pasangan yang akan memulai hubungan, biasanya akan menunjukkan sikap persetujuan dan ketegasan. Sebagai contoh, kita selalu membutuhkan ungkapan rasa cinta dan sayang yang diutarakan lewat kata-kata. Kita membutuhkan kata “jadian” terucap dengan jelas, tegas dan langsung sebagai bukti keabsahan hubungan.

Sementara lelaki merasa dengan kata “mau”, atau anggukan, atau ungkapan persetujuan lain dari kita sudah cukup menunjukkan bahwa kita bersedia menjalin hubungan bersamanya.

Nah, setelah lelaki menerima persetujuan yang dibutuhkan, dia akan jadi lebih mudah untuk menghargai perasaan kita. Sedangkan kita akan merasa lebih dicintai jika lelaki yang kita cintai memberikan penegasan secara berulang.

Kesimpulan: Hmm benar atau tidaknya teori diatas kembali pada pribadi masing-masing…ya kaan guys ^_^

Categories: celoteh koe | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on ““Cara Dia Memandang Cinta”

  1. waduh, kalau cinta dibikin teori begini kok ya jadi ribet , Mbak Eno

    kalau bunda sih yg simple aja
    ketika cinta datang, syukuri dan perlakukan cinta itu dgn jujur dan ikhlas .
    nikmati keberadaannya dengan keyakinan, bahwa cinta yg datang ini dari NYA semata.
    so………………….marilah pelihara cinta2 yang ada kini, dgn tulus, ikhlas dan jujur .🙂
    salam

  2. diana febilia

    wah mba eno…ternyata, paham betul mnegenai percintaan ya…
    aku mesti banyak belajar dari emba neh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: