“25 thn hidupku hilang sudah, Sedangkan mereka….”

Tak terasa usia 25 tahun ku telah berganti, hmm rasanya baru kemarin menginjak umur ¼ abad. “Memang benar waktu tak pernah berhenti untuk menunggu” buktinya saat muhasabah diri atas pencapaian selama ini, kok rasa nya belum ada apa-apanya ya…. L Duhai Rabb 25 tahun ku terbuang sia-sia…. Sedangkan mereka….

  • Elang Gumilang, wirausaha muda (25 thn) yang berada di balik pembangunan perumahan amat sederhana bertipe 22/60, mungil tapi fungsional tempat untuk pulang dan bernaung bagi mereka yang bisa terbilang miskin. Elang tertarik terjun ke bidang property khusus “masyarakat kecil ini” karena menurutnya selama ini bisnis properti sepertinya hanya untuk ditujukan bagi kaum berpunya , sedangkan mereka yang papa dan membutuhkan tempat bernaung justru hanya punya mimpi untuk memiliki rumah sendiri. “Faktanya ada 75 juta penduduk negeri ini yang membutuhkan rumah, dan ini  peluang bisnis , tapi kita sekalian ibadah membantu orang juga ” katanya.

    Saat ditelusur lebih dalam, ternyata Elang telah memulai usahanya sejak awal 2005-tatkala ia masih menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) – ia mulai membeli sepetak tanah dan membangun rumah pertamanya. Modal diperoleh dari patungan bersama teman-temannya semasa SMA maupun kuliah. Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi ini langsung pindah tangan ketika selesai dibangun. Terbukti, orang haus akan rumah murah seharga 23-37 juta rupiah itu.
    Saat itu, jumlah pekerja Elang baru sekitar tujuh orang untuk mengurusi administrasi hingga pemasaran. Namun lambat laun , bisnisnya ini berakar, menggeliat, dan bertumbuh. Dari satu unit , bertambah menjadi tiga unit . Bertambah terus , sampai sudah sekitar lebih dari 200-an rumah dibangunnya. Target yang direncanakannya tak tanggung-tanggung. Perusahaan Semesta Guna Grup miliknya, ingin membangun 2.000 unit rumah sederhana. Dalam waktu setahun , investasi yang ditanamkan naik berlipat. Nilai jual objek pajak (NJOP) tanah yang tadinya hanya Rp 50 ribu misalnya, melejit hingga lima kali lipat dalam dua semester. Omzet per tahunnya pasti bikin pengusaha mana pun berdecak kagum – mengingat awal mula sepak terjangnya – karena tak kurang dari Rp 20 miliar per tahun dapat ia bukukan.

    Akan tetapi sukses yang sudah ditangan tidak membuat Elang lupa diri. Justru, ia semakin mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam setiap proyek ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki mengandung hak orang miskin yang wajib dibagi. Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin. Pendirianya;sedekah tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah kontinuitas dari sedekah tersebut.

    *Kisah Elang ini tidak hanya membuat kagum penulis, tapi sekaligus “iri” bagaimana tidak, tak hanya kesuksesan dunia yang telah dipupuknya, tapi pondasi akhirat *ibadah* telah dirintisnya lewat membantu mewujudkan impian para kaum dhuafa untuk memiliki rumah *Subhanallah, smoga jejaknya bisa ditiru, amiiin… ^_^

  • Michael Dell, lebih muda dari Elang, bahkan Dell telah memulai debutnya pada usia 19 tahun. Dell meluncurkan komputernya pada 1984 tepat sebelum putus kuliah dari University of Texas. Melalui penjualan langsung, Dell menjual komputer dengan harga lebih murah sehingga mendapatkan banyak pelanggan. Pada usia ke 24, perusahaannya meraup pendapatan US$ 258 juta. Diperkirakan kekayaan terakhirnya sebesar US$ 13,5 miliar. Ia berpesan kepada pengusaha muda yang akan merintis usaha, “Anda harus bergairah dengan usaha itu. Lakukan yang benar-benar anda cintai dan membuat anda bersemangat,” ujarnya ketika diwawancarai dengan Academy of Achievement.

    *Wao… Bahkan seorang DeLL pun “tidak menamatkan bangku kuliahnya” dan beliau tetap bisa menjadi seorang pengusaha di usia cukup dini…. Sungguh 25 thn ku tlah terbuang percuma L

  • Putu Putrayasa, seorang pengusaha, trainer dan freedom educator. Ia dilahirkan ditengah keluarga yang miskin. Berangkat dari kemiskinannya, hampir saja ia tidak melanjutkan sekolah ke SMP. Tamat SMP, ia sempat putus sekolah, karena tidak adanya biaya. Namun tempaan kehidupan itu, justru memaksanya belajar dan bekerja keras untuk membebaskan diri dari kemiskinan. Meskipun Miskin,mimpinya sangat besar, bahkan ketika baru di kelas satu SMA, ia bercita-cita untuk punya Sekolah. Dalam sembilan tahun (+/-umur 25)cita-cita itu terwujud, bahkan Tuhan telah memberikan lebih, karena yang ia dirikan bersama teman-temannya adalah sebuah perguruan tinggi yang eksis dan berkembang hingga hari ini. Saat ini, kegiatan Putu Putrayasa lebih banyak menjadi Trainer dan motivator ke berbagai kota di indonesia, menulis buku, mendorong teman-temannya untuk memulai usaha dan kegiatan lainnya yang menginspirasi orang lain, untuk bebas finansial dan waktu, dengan berbagai macam bisnis

    *Subhanallah… bahkan seorang Putu Putrayasa dengan “keterbatasan ekonomi” pun bisa mencapai kesuksesan di usia 25 thn nya, bahkan menjadi ladang amal baginya, amiin….

    Duhai Rabb betapa sedihnya diri ini…. karena hilangnya 25 thn hidup ku tanpa karya berarti….

    Duhai Kekasih izinkan aku untuk memperbaiki kualitas hidupku, hingga aku bisa menjadi seseorang yang memberi arti bagi sesama…

    Duhai Rahman jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya…

    Sebaik-baik amal pada ujung akhirnya…

    Dan sebaik-baik hari pada saat aku menemuiMu…

    Wahai Pemilik Jiwaku… perkenankanlah pinta terakhirku di penghujung umur 25 ini….amiiin….

Sumber: ADMINGARUTNEWS, fashionbiz

Categories: celoteh koe, motivasi, renungan | 5 Komentar

Navigasi pos

5 thoughts on ““25 thn hidupku hilang sudah, Sedangkan mereka….”

  1. diana febilia

    Mba eno…jangan bilang begicu dong….banyak hal kok yang mba dah lakukan….ngajarin aku en de tya ngaudit salah satu buktinya, itu juga merupakan ladang amal kan??
    Yang berlalu biarkanlah berlalu mba coz masa lalu ga akan bisa kembali lagi lagi smoga ke depannya kita menjadi manusia yang lebih baik lagi dan bisa bermanfaat bagi orang lain.
    Amin….ya Rabb…
    Terus semangat ya mba dalam mengarungi hidup yang penuh liku-liku…

  2. Waduh makin minder nih aku…kemana aja selama ini… T_T.. salam kenal Bu Eno…

  3. ayoooo…!!! actiiiooonnnn….!!
    terapkan juga resep “Merayu Allah..!”
    hehehehe..
    SMANGAAAD..!!

  4. wah ternyuh saya mebacanya. sebab usia saya pun sudah 25 juga…
    apa yang selama ini saya perbuat jauh dari pondasi kesuksesan…
    subhanallah…

  5. setiap umat telah dipilihkan jalan yang terbaik untuknya
    kita hanya bisa berharap mendapat jalan menuju ridhoNya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: