about women

tak bosan ku berdoa

image

Malam kemarin, disaat penulis sedang sedikit bingung akan kebimbangan yang ad dihati, seorang sahabat (mba dee) memberikan sebait doa indah, yang sayang jika hanya tersimpan u/ diri sendiri. Karenany penulis share, smoga pembaca yang budiman pun bisa melantunkan doa nan indah ke Yang Maha Pengabul Doa.  Semoga bermanfaat y…^^

“Ya Allah Yang Maha Pemurah,
Terima Kasih… Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan aku dengannya.
Terima kasih untuk saat-saat indah yang telah kami nikmati bersama
Terima kasih setiap pertemuan yang telah kami lalui bersama
Terima kasih setiap saat-saat yang lalu. Aku datang bersujud pada-Mu,Sucikan hatiku ya  Allah,agar dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidupku.

Ya Allah, jika dia bukan pemilik tulang rusuk ku, janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya…
Janganlah biarkan aku melabuhkan hatiku di hatinya.
Kikislah pesonanya dari setiap pelusuk mataku,dan usirlah dia dari relung hatiku
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini,dengan kasih dari  dan pada-Mu yang tulus dan murni.
Bantulah aku agar dapat mengasihinya hanya sebagai seorang sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku, ya Allah,satukan hati kami…
Bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seadanya
Berikan aku kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya.
Usapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan menerima aku dengan
segala kelebihan dan kekurangan sebagaimana aku yang telah Engkau ciptakan
Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh mencintai dan rela berbagi suka dan
dukaku dengannya.

Ya Allah Maha Pengasih,dengarkanlah doaku ini…
Lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.
Allah Yang Maha Kekal,aku tahu Engkau sentiasa memberikan yang terbaik
buatku,luka dan keraguan yang aku alami pasti ada hikmahnya.
Semuanya ini mengajar aku untuk hidup lebih dekat dengan-Mu,untuk lebih
peka terhadap suara-Mu yang membimbing aku menuju jalan terang-Mu.
bimbinglah aku untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadikanlah kehendak-Mu dan bukan kehendakku yang terjadi dalam setiap hidupku, Ya Allah.

Amin….

Iklan
Categories: about women, celoteh koe, motivasi, renungan

“Dia Bukan Jodohku”

“Sabar… dia bukan jodohku.”

Hmm…. Para lajang seringkali berlindung di balik kalimat itu ketika proses pernikahannya batal. Mencari pembenaran dari tindakan memutuskan proses, khitbah, atau apa pun namanya yang menuju ke arah pernikahannya yang tidak sesuai dengan harapannya. Harapan, atau kemauan? Atau jangan-jangan sekedar egosime?

Hati-hati, sebab kemauan yang tinggi kadang mendorong nurani dan akal untuk menolak sebuah kebaikan (meski awalnya kita tidak tahu). Baca lebih lanjut

Categories: about women, celoteh koe, motivasi, renungan | 4 Komentar

Untaian doa untuk sosok pendamping…

 

1_368290288l[1] Ya Allah, Ya Rahman….Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi

Baca lebih lanjut

Categories: about women, celoteh koe, renungan | 2 Komentar

Ya Allah, betapa ku ingin Engkau cintai..

Mencintai dan dicintai adalah hal yang sungguh membahagiakan. Kehadiran cinta membuat hari-hari lebih berbunga. Semarak warna sumringah. Melipatgandakan energi. Memercikkan embun-embun ketenangan pada batin. Dan membuat hidup terasa punya makna. Benar sekali yang dikatakan banyak orang, cinta memang sangat indah.

Kekuatan cinta mampu membawa seseorang serasa membumbung ke angkasa raya. Mampu menggerakkan tangan para pujangga untuk mengukir syair-syair cinta. Mampu membuat Taj Mahal berdiri megah di tanah Hindustan. Mampu menuliskan kisah kasih abadi antara Laila dan Majnun. Mampu memompa semangat seorang ayah untuk mencari penghasilan sebanyak-banyaknya untuk kebahagiaan anak istrinya. Dan keberlangsungan Bani Adam di muka bumi ini juga tak lepas dari peranan cinta. Ah, bicara tentang cinta memang tidak akan ada habis-habisnya. Direguk sepanjang zaman dan menjadi inspirasi dalam berbagai segi kehidupan.

Perihal cinta-mencintai adalah sesuatu yang juga diserukan oleh Baginda Rasulullah. Sebagaimana yang pernah dititahkannya, “Barang siapa yang tidak menyayangi orang lain, ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari, diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah Al Bajali)

Atau dengar pula sabdanya yang lain, “Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, kalian tidak masuk surga sehingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman sehingga saling mencintai… “ (HR Muslim)
Sejatinya, cinta ini yang tertinggi. Cinta ini pula yang membuat cinta-cinta lain menjadi lebih bermakna dan lebih mulia sejagad raya. Sungguh kita tak akan pernah bertepuk sebelah tangan mengejar cinta ini. Rasa kecewa tak akan pernah hadir sebab Ia selalu Maha Memberi apa yang terbaik buat para pecinta-Nya. Sebab Ia selalu bersama mereka. Sebab Ia Maha Mendengar segala pinta. Dan sebab Ia adalah puncak segala cinta.

Apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan sekarang ini adalah semua tanda-tanda kebesaran cinta-Nya. Dalam Raudhah Al Muhibbin wa Al Musytaqin (Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu), Ibnul Qayyim Al Jauziyah bertutur, “Semua gerak di alam raya ini, di langit dan di bumi, adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta.”

Cinta Allah dinyatakan dengan jelas dalam rangkaian kalimat kauniyah dan qauliyah-Nya. Dan sekiranya lautan dijadikan tinta untuk menuliskan semuanya, niscaya lautan itu akan mengering sebelum mencapai sepersepuluhnya. Tapi, kenapa Ia masih bertanya kepada kita? “Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu?” (QS. An-Najm [53]:55)

Mungkin apa yang disampaikan kekasih-Nya berikut ini dapat memberi sedikit lagi gambaran tentang besarnya cinta Allah, “Sesungguhnya Allah membagi kasih sayang ke dalam seratus bagian dan menyimpan yang sembilan puluh sembilan padanya dan menurunkan yang satu bagian ke bumi. Dan oleh karena kasih sayang yang satu bagian itulah makhluk-makhluk- Nya saling menyayangi satu sama lain. Bahkan seekor unta betina menjauhkan kakinya dari anaknya yang baru lahir karena khawatir menginjaknya. “ (HR. Bukhari, diriwayatkan dari Abu Hurairah)

Ya Allah, betapa ku ingin Engkau cintai…

O Dio, come mi auguro l’amore…..
あぁ、神、どのようにご希望の愛……

Categories: about women, celoteh koe, renungan | 1 Komentar

“Suara Hati Seorang Ikhwan”

 

Wanita Suci

(Dari salah seorang ikhwan) 

 

Wanita suci,

Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?

Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu  mengenalku.

Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun. Baca lebih lanjut

Categories: about women, celoteh koe, renungan | 3 Komentar

Buah dari emosi sang Ayah…. :(

Oleh Neno Warisman

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu

kubilang pada ayahnya: “Subhanallah, dia benar-benar

mirip denganmu ya!” Suamiku menjawab: “Bukankah

sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki

ingin seperti aku.” Aku mengangguk. Suamiku kembali

bekerja seperti biasa.

 

Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku

mengusulkan perayaannya dengan mengkhatam kan Al Quran

di rumah Lalu kubilang pada suamiku: “Supaya ia Baca lebih lanjut

Categories: about women, celoteh koe, renungan | 8 Komentar

Seperti apakah sosok istri ideal itu??!>?

Sosok istri ideal nan sholehah??!?!? Hmm seperti apa ya sosok nan agung itu??!?!? Apakah  ia harus sempurna??!? Tapi bukankah tidak ada yang sempurna di muka bumi ini ?!?? Hmm jd bingung…hehe 😀

Tapi tenang pembaca, ternyata semua kriteria istri ideal nan sholehah telah dibahas dalam Al-Qur’an dan juga dalam Al Hadits,hmm penasaran toh… 😀

Lets research ya…. Baca lebih lanjut

Categories: about women, motivasi | 13 Komentar

Persiapkan diri menjadi seorang Bunda…

Oleh Siti Aisyah Nurmi

Aslkm Bunda, apakah ilmumu hari ini sudah bertambah? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.

Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Baca lebih lanjut

Categories: about women | 7 Komentar

Hmm Wanita Karir yang Ngurus Keluarga or Berkarir di Keluarga??!?

Terinspirasi ketika tadi pagi saat sedang menaiki tangga penyeberangan aku berjalan dibelakang seorang ibu muda yang sedang hamil, sepertinya calon ibu itu sedang menuju kantor nya yang diseberang jalan.Tau ga?? dilihat dari gerak-geriknya, sangat terlihat sang ibu seperti kepayahan dalam menaiki anak-anak tangga , karena umur kehamilannya sepertinya telah menginjak bulan-bulan terakhir. Melihat bliau..sungguh sangat kasihan. 😦

Dari pertemuan sesaat tersebut dengan sang ibu, aku jadi berpikir ulang…”hm sebaiknya ntar pas dah nikah aku stay di rumah aja or tetep kerja kya si ibu ini ya…” soalnya melihat perjuangan sang ibu yg begitu berat rasanya, coba deh pikirin si ibu kudu hati-hati dalam tindakan guna menjaga sang cabang bayi, juga kudu menjaga pikiran dan perasaan agar ga stress karena stress bisa mengganggu kehamilan.

Percaya ga, pada saat aku sedang nulis ini aku berfikir “rasanya para ibu hamil itu di eksploitasi deh…udah hamil.. dimana  senantiasa kudu ngejaga cabang bayi, juga tetep disuruh mikir wat kelangsungan perusahaan…yang mana bisa-bisa menguras tenaga dan pikiran  sang ibu…” hehehe….tapi kyanya para calon ibu ini yg juga seorang wanita karir, pikiran tersebut sepertinya ga pernah terlintas deh…soalnya mereka enjoy-enjoy aja tuh…

Ya selama tidak membahayakan janin sih gak masalah, para calon ibu ini pun di beri dispensasi loh ama perusahaan berupa cuti hamil dan cuti melahirkan (eh bener ga?? 😀 ) hehe…klo ga salah sih ada. Tuh enak kan ada 2 cuti yang ga dimiliki para kaum laki-laki hehe 😀 . Tapi ketika selesai melahirkan, bukan berarti sang ibu baru telah bisa bebas untuk bekerja lagi loch…bahkan tugas mereka akan lebih banyak lagi…… karena bahan pemikiran bertambah satu yaitu ANAK…yaaa..sebeneranya itu pikiran tambahan tidak hanya untuk Ibu tapi juga untuk Ayah, cuma pikiran Ayah tidak akan terlalu tersita loch dengan ini (waduh so toy nih…hehhe), karena bagaimana pun Ibu lah yang menjadi tempat utama bagi seorang anak. Dan yang paling penting Ibu harus memperhatikan perkembangan sang anak.

Tahukah Pembaca… bahwa masa emas anak adalah pada dua atau empat tahun sampai delapan tahun usia anak; meski tak dapat diabaikan masa sesudah itu. Pada masa dua tahun awal otak anak tengah berkembang dengan pesat dan butuh stimulasi yang cukup; jika ada kelalaian pada usia dini maka akan berakibat gangguan proses perkembangan berikutnya, yang kadang memperbaiki yang sudah terlanjur tak dapat kembali seratus persen seperti semula. Perkembangan emosi, perkembangan kognitif, perkembangan sosial, kreatifitas, nilai-nilai akan dimulai sejak usia-usia ini.

Waow begitu penting kan peran sang Ibu…dan pentingnya tugas Ibu juga ditegaskan Rasul dalam haditsnya yang berbunyi :

Asma binti Yazid Al-Anshariyah pernah mendatangi Rasulullah saw dan berkata: ”Aku adalah utusan wanita pada Tuan, sesungguhnya Allah telah mengutus Tuan kepada pria dan wanita seluruhnya. Kami beriman kepada Tuan, kepadaAllah, dan inilah kami, segenap wanita yang dibatasi dan tidak bebas, penjaga rumah pria, yang mengandung anak-anak, sedangkan kalian wahai para pria dilebihkan atas kami wanita dengan (dapat mengerjakan) shalat jum’at dan jama’ah, mengunjungi orang sakit, menghadiri janazah, mengerjakan haji setelah haji (sebelumnya), dan lebih dari semua itu, kaum pria dapat mengerjakan jihad (fi sabilillah). Jika salah seorang di antara kalian (kaum pria) pergi haji dan umrah, kami menjaga hartamu, kami menjahit pakaianmu, kami mengurus anak-anakmu, apakah kami (kaum wanita) dapat ikut serta bersamamu dalam (mendapatkan) pahala?”; maka Rasulullah saw menengok pada para sahabat dan berkata, ” Apakah kalian benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh seorang wanita yang permintaannya lebih baik dari wanita ini? Mereka menjawab, ”Wahai Rasul, kami tidak mengira bahwa wanita dapat diberi petunjuk seperti ini”; maka Rasulullah saw bersabda, ” Ketahuilah wahai wanita dan beritahukan kepada para wanita di belakangmu bahwa sikap taat/ bakti wanita pada suaminya, usahanya untuk mencari ridlo suaminya, dan bahwa ketaatannya pada perintahnya dapat menyamai pahala semua itu!”.

Nah…sekarang pilihan diserahkan kepada pembaca nih….tapi apa pun pilihannya, pastinya telah dipertimbangkan masak-masak toh… 🙂 .

Categories: about women | 12 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.