motivasi

“Mudikku 3”

image

Soetta 24.00, penulis baru keluar dr ruang bandara setelah mengantri sesaat u/ambil bagasi, akan tetapi kaki tertahan dibangku tunggu penumpang menunggu “patner mudik” yang “maniak bola” menonton putaran kedua pertandingan “piala au ah gelap” selesai 😥 . Dari pada ngabisin waktu dngan “kedongk*lan” mending nulis ^^ *Be happy…

Saat ini pukul 24.00 para pemudik yang baru saja kembali ke ibukota masih “wira wiri” diteras bandara, bergegas menuju bus damri yang mengantar mereka ke “penginapan” sementara mereka selama di Ibukota, hmmm Jakarta memang tak pernah mati. Walau malam tlah tiba pada puncaknya, jalan mereka tetap terlihat semangat seakan mudik yg hnya beberapa hari kemarin telah mngisi full “kantong semangat” mereka.

Mudik benar-benar ajaib bin ajiiib, bertemu para “dusanak” di kampuang nan jauah dimato, mampu memulihkan kepenatan serta kejenuhan selama di ibukota ini. Gelak tawa, cengkrama ringan selalu mampu mengisi ruang rindu yang tlah kosong melompong saat di rantau.

Alhamdulillah, semoga Yang Maha Memberi Rezeky selalu mencukupi rezeky para perantau u/mudik walau hanya 1x setahun amiiiin……

Mudiiiik….. Ajiiiib…. π_π

Iklan
Categories: celoteh koe, hobi koe, motivasi, renungan | 2 Komentar

“Proklamasi Jiwa”

image

Tak terasa beberapa hari lagi 66 th sudah Indonesia merdeka. Nah setiap pergantian tahun, sebaiknya kita mengadakan muhasabah, dan menurut hasil muhasabah penulis atas umur Indonesia, Alhamdulillah Indonesia telah banyak mengalami kemajuan diberbagai bidang, meskipun tak bisa di pungkiri bahwa kemajuan tersebut belum merata ke semua penjuru pelosok, karenanya masih banyak kekurangan disana, sini, situ (intinya mah masih sangat banyak yg perlu dibenahi ^_^`). *yah namanya juga negara berkembang jadi harap maklum dunk :p

Hmm berdiskusi tentang kemerdekaan, jadi teringat akan proklamasi yang setiap hut RI selalu dibacakan disetiap lapangan upacara dimana pun berada. Akan tetapi benarkah maksud dari naskah proklamasi tersebut tlah tercapai??? atau jangan-jangan tanpa disadari kita malah menjauhi makna dari proklamasi…. *wah berabe niih….

Memang siiih saat ini Indonesia telah merdeka, tapi kyanya hanya merdeka karena penjajah asing itu telah di usir, dan Indonesia bebas memiliki pemimpin orang pribumi. Tapi benarkah Indonesia telah merdeka dengan yg sebenar-benarnya merdeka??? Atau jangan-jangan saat ini malah rakyat Indonesia terjajah oleh diri mereka sendiri, terjajah dengan gemerlap dunia, terjajah dengan keegoisan diri sehingga tidak lagi memiliki rasa empati akan kesusahan saudara disekitar, atau juga terjajah oleh keangkuhan diri, yang menjadikan diri sombong dan tamak. Na’udzubillahi min dzalik…

“Semoga kita bisa memerdekakan jiwa kita dari belenggu nafsu dan kungkungan ego yang kerap menjajah hati, yang memenjarakan kita dalam keangkuhan diri. Jadikanlah keyakinan Ilahiyah sebagai bambu runcing u/ melawan nafsu demi membebaskan jiwa”

inspired by: buku “Belajar Bahagia” Ibu Dian S Pratomo

Categories: celoteh koe, motivasi, renungan | Tinggalkan komentar

“Tur ku yg kedua”

image

image

image

Kisah ini penulis awali saat waktu tlah menunjukkan pukul 4, dengan hati riang karena hari ini penulis akan melanjutkan tarawih keliling. Cihuuuy… next trip masjid Pondok Indah, walau pun masjidnya dekat kantor, tapi tetep rasa ingin segera sampai masjid begitu mendominasi. Tapi setelah cukup lama nunggu angkot rute masjid yg ga kunjung lewat, akhirnya penulis iseng u/jalan kaki pelan2, dan ternyata…. sampai juga di masjid loch..tentunya dng jalan kaki, hmmm kira2 mmakan wktu krg lbh 1jam dan cukup memeras keringat ^^. Alhamdulillah puasa amaan.

Nah saat ini magrib mulai menjelang…dan tahukah pembaca, maghrib ini terasa begitu syahdu,alhamdulillah. Sepertiny kesyahduan itu telah terasa saat ketika kaki menginjakkan bagian atas masjid, mungkin karna letakny yang diatas sehingga pemandangan alam sekitar bisa dinikmati dengan leluasa, atau ada pengaruh dari arsitektur,wallahu’alam.

Ok saat nya berwudhu… ^^. ow..ow…ow… ternyata buka puasa n tarawih kali ini bukan rezeky penulis 😦 tapi, karna dah kadung di masjid kok sayang y klo langsung pulang. Yo wis lah… tarawih nda papa batal, tp ceramah n suasana masjid ini kan tetap masih s dinikmati toh ^^

Categories: celoteh koe, hobi koe, motivasi

“Betapa dzolimnya kami”

image

Iseng duduk dimeja kerja mba Lina, penulis melihat sebuah renungan indah terselip dibawah kaca meja. Seperti biasa penulis mencoba u/berbagi dengan pembaca, agar kita bisa bareng2 berbenah diri… yuk mariii ^^, berikut renungannya
“Wahai anak cucu Adam…
Berkurang setiap hari umurmu,tapi tak kau sadari
Dia bawakan rizkilymu stiap hari, tapi tak kau syukuri
Dengan yang sedikit kau tidak puas
Dengan yang banyak kau tidak kenyang
Wahai anak cucu Adam
Tidak seharipun lewat
Kecuali Dia datangkan rizki untukmu
Tidak satu malam pun lewat
Kecuali malaikat Nya datang dengan amalan burukmu
Kau makan rezeki nya,tetapi kau durhaka pada Nya
Kau mengambil apa yang Dia berikan
Sedangkan Dia merahasiakan perbuatanmu yang buruk dan hina
Kau lupakan Dia dan mengingat yang lain

Kau merasa takut pada manusia
Dan merasa aman dari Nya
Kau takut amarah mereka
Tapi merasa aman dr amarahNya….

“Ya Rabb Subhanaka inni kuntu minadzaalimiin…. :-((“

Categories: celoteh koe, motivasi, renungan | 1 Komentar

tak bosan ku berdoa

image

Malam kemarin, disaat penulis sedang sedikit bingung akan kebimbangan yang ad dihati, seorang sahabat (mba dee) memberikan sebait doa indah, yang sayang jika hanya tersimpan u/ diri sendiri. Karenany penulis share, smoga pembaca yang budiman pun bisa melantunkan doa nan indah ke Yang Maha Pengabul Doa.  Semoga bermanfaat y…^^

“Ya Allah Yang Maha Pemurah,
Terima Kasih… Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan aku dengannya.
Terima kasih untuk saat-saat indah yang telah kami nikmati bersama
Terima kasih setiap pertemuan yang telah kami lalui bersama
Terima kasih setiap saat-saat yang lalu. Aku datang bersujud pada-Mu,Sucikan hatiku ya  Allah,agar dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidupku.

Ya Allah, jika dia bukan pemilik tulang rusuk ku, janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya…
Janganlah biarkan aku melabuhkan hatiku di hatinya.
Kikislah pesonanya dari setiap pelusuk mataku,dan usirlah dia dari relung hatiku
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini,dengan kasih dari  dan pada-Mu yang tulus dan murni.
Bantulah aku agar dapat mengasihinya hanya sebagai seorang sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku, ya Allah,satukan hati kami…
Bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seadanya
Berikan aku kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya.
Usapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan menerima aku dengan
segala kelebihan dan kekurangan sebagaimana aku yang telah Engkau ciptakan
Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh mencintai dan rela berbagi suka dan
dukaku dengannya.

Ya Allah Maha Pengasih,dengarkanlah doaku ini…
Lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.
Allah Yang Maha Kekal,aku tahu Engkau sentiasa memberikan yang terbaik
buatku,luka dan keraguan yang aku alami pasti ada hikmahnya.
Semuanya ini mengajar aku untuk hidup lebih dekat dengan-Mu,untuk lebih
peka terhadap suara-Mu yang membimbing aku menuju jalan terang-Mu.
bimbinglah aku untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadikanlah kehendak-Mu dan bukan kehendakku yang terjadi dalam setiap hidupku, Ya Allah.

Amin….

Categories: about women, celoteh koe, motivasi, renungan

“Udah Punya Apa…???”

image

Seorang teman curhat akan kondisinya, yang dah lebih dari setahun kerja, tapi belum bisa meng”update” gadgetnya sekalipun, padahal perusahaan gadget telah berulangkali merilis tipe2 terbaru. Diwaktu yang berbeda teman lain curhat akan kesedihannya karena belum bisa membahagiakan orang2 terkasih dengan membelikan sesuatu. Sedangkan teman yang lain lagi juga bercrita tentang kegundah prasaannya akan pertanyaan “dah punya apa niih setelah bertahun-tahun kerja???” yang kerap kali diterimanya setiap acara reuni. Hmm mungkin kondisi yang sama juga pernah kita rasakan, walau trkadang prasaan itu hanya selintas lalu. Nah kira2 solusi apa ya yang pas untuk permasalahan diatas??? 

Pembaca yang budiman mendengar curhatan para teman2 tadi, penulis jadi tergelitik untuk menanyakan kira2 lebih enak mana ya punya penghasilan besar, tapi hampir 80% diinvestasikan ke rumah sakit dan dokter atau punya penghasilan pas2an yang 80% bisa ditabung kecelengan ayam jago?? sepertinya sebagian besar sepakat pilihan kedua lebih  enak untuk dijalani y. ^^ Nah kira2 seperti itulah baiknya kita bersikap atas rezeky yang kita terima, yaitu “brsyukur”.

Mungkin sedikit dari kita yang menyadari bahwa

rezeky tidaklah semata-mata diukur dari kuantitas atau besar kecilnya nominal yang diterima, akan tetapi yang paling utama adalah keberkahan yang terkandung didalamny

. Mungkin saat ini rezeky yang kita terima masih “minimalis” akan tetapi alhamdulillah kesehatan selalu mengikuti segenap keluarga, sehingga penghasilan yang diterima dapat dioptimalkan untuk keperluan yang lain, nah sudahkah kita bersyukur akan hal itu???

Lupakah kita bahwa jika menerima setiap rezeky yang dianugrahkanNya dengan penuh syukur, maka Yang Maha Pemberi Rezeky akan melipat gandakan rezekyNya untuk kita. So sekarang kita dah sama2 tau dunk teknik menyikapi rezeky yang masih minimalis??? yup “Bersyukur” lalu brusaha lebih giat lagi, semoga dengan begitu pintu rezeky kita makin terbuka lebar, eit jangan lupa untuk berbagi y, karena didalam rezeky kita sebagiannya juga ada hak orang lain. Setujukah?????

Semoga bermanfaat ^^

Categories: celoteh koe, motivasi, renungan

“Sengsara membawa Nikmat”

image

Setiap kejadian yang terjadi disekeliling kita, pasti selalu mengandung hikmah, dan pelajaran yang tentunya akan mendewasakan setiap insan yang mau memikirkannya.
Akan tetapi kebanyakan dari kita tak terkecuali penulis, sering kali melupakan kandungan hikmah tersebut, karena kita hanya berfokus pada musibah yang menimpa dan dampak yang dihasilkan oleh musibah tersebut. Adapun bagi mereka yang berpegang pada hikmah dan pelajaran dari sebuah musibah, mereka malah bisa mencapai titik kesuksesan, bahkan melewati kesuksesan sebelum masalah menimpa mereka.

Lalu jika mereka mampu melewati musibah dengan gemilang, kenapa kita malah melewati musibah dengan nestapa???? Percayakah kita akan kebesaranNYA??? jika percaya kenapa kita harus  bermuram durja atas musibah yang datang??? seolah-olah tak ada kekuatan yang lebih besar yang bisa menolong kita untuk keluar dari kemelut masalah. Bukankah segala sesuatu yang terjadi didunia ini slallu atas izinaNYA, tak terkecuali daun yang jatuh dari dahan.

So kalo begitu pembaca,

marilah kita hadapi setiap musibah yang menghampiri dengan hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih tenang, dengan begitu smoga kandungan hikmah yang tersembunyi dibalik musibah tersebut dapat kita pelajari, sehingga musibah yang datang tidak hanya menjadikan kita lbih bijak, tapi juga mendatangkan berkah.

Istilah kata “sengsara membawa nikmat”. *smog bermanfaat ^^

Categories: celoteh koe, motivasi, renungan | Tag:

“25 thn hidupku hilang sudah, Sedangkan mereka….”

Tak terasa usia 25 tahun ku telah berganti, hmm rasanya baru kemarin menginjak umur ¼ abad. “Memang benar waktu tak pernah berhenti untuk menunggu” buktinya saat muhasabah diri atas pencapaian selama ini, kok rasa nya belum ada apa-apanya ya…. L Duhai Rabb 25 tahun ku terbuang sia-sia…. Sedangkan mereka….

  • Elang Gumilang, wirausaha muda (25 thn) yang berada di balik pembangunan perumahan amat sederhana bertipe 22/60, mungil tapi fungsional tempat untuk pulang dan bernaung bagi mereka yang bisa terbilang miskin. Elang tertarik terjun ke bidang property khusus “masyarakat kecil ini” karena menurutnya selama ini bisnis properti sepertinya hanya untuk ditujukan bagi kaum berpunya , sedangkan mereka yang papa dan membutuhkan tempat bernaung justru hanya punya mimpi untuk memiliki rumah sendiri. “Faktanya ada 75 juta penduduk negeri ini yang membutuhkan rumah, dan ini  peluang bisnis , tapi kita sekalian ibadah membantu orang juga ” katanya.

    Saat ditelusur lebih dalam, ternyata Elang telah memulai Baca lebih lanjut

Categories: celoteh koe, motivasi, renungan | 5 Komentar

“Dia Bukan Jodohku”

“Sabar… dia bukan jodohku.”

Hmm…. Para lajang seringkali berlindung di balik kalimat itu ketika proses pernikahannya batal. Mencari pembenaran dari tindakan memutuskan proses, khitbah, atau apa pun namanya yang menuju ke arah pernikahannya yang tidak sesuai dengan harapannya. Harapan, atau kemauan? Atau jangan-jangan sekedar egosime?

Hati-hati, sebab kemauan yang tinggi kadang mendorong nurani dan akal untuk menolak sebuah kebaikan (meski awalnya kita tidak tahu). Baca lebih lanjut

Categories: about women, celoteh koe, motivasi, renungan | 4 Komentar

“Berubaaaaah……”

ksatria baja hita, Membaca judul diatas mengingatkan penulis pada sebuah film anak-anak era tahun ‘90 an, yups….tebakan pembaca sangat tepat…film Ksatria Baja Hitam. Film ini menceritakan seorang pemuda yang selalu memerangi kejahatan terutama kejahatan monster-monster pengganggu, tapi yang unik dari film tersebut adalah si pemuda selalu berteriak “Berubah!!!” saat menjadi Ksatria Baja Hitam” ketika ia akan melawan para monster. Jiiaaah jadi mengulas film tempo doelloe nih…^_^ hehe.

Berubah merupakan kunci yang diperlukan setiap makhluk untuk tumbuh dan berkembang. Tak terkecuali manusia, tapi terkadang sebagian dari kita tidak menyadarinya, atau bahkan baru akan melakukannya jika dihadapkan pada masalah yang memaksa dirinya untuk berubah,

Baca lebih lanjut

Categories: celoteh koe, motivasi | 7 Komentar

Blog di WordPress.com.